Menurut Arfan, kombinasi pelemahan rupiah dan kenaikan BBM menciptakan efek domino yang berbahaya. Harga kebutuhan pokok dipastikan merangkak naik, sementara biaya transportasi dan distribusi barang ikut membengkak.
“Rupiah yang terus melemah dan BBM yang naik adalah alarm keras bagi pemerintah. Jangan sampai kondisi ini dianggap biasa, karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil,” kata Arfan.
Dampak Langsung ke Onkos Hidup Warga di Daerah
Arfan menjelaskan, kenaikan BBM bukan hanya soal harga bensin di pompa. Di daerah seperti Halmahera Selatan, kenaikan ini langsung mendongkrak tarif angkutan umum dan ongkos logistik. Akibatnya, harga sembako di pasar tradisional ikut terpompa naik dalam waktu singkat.
Ia menyebut pelemahan rupiah memperparah situasi karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk sejumlah komoditas pangan dan energi. “Ini tekanan ganda. Rakyat di kampung-kampung yang ekonominya kecil akan paling terpukul,” ujarnya.
Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
Lebih jauh, aktivis muda itu menilai respons pemerintah terhadap situasi ini menjadi ujian kepercayaan publik. Ia mendesak agar pemerintah tidak lagi bersikap biasa saja terhadap gejolak ekonomi yang terjadi.
“Pemerintah harus hadir dengan solusi yang nyata. Rakyat membutuhkan kepastian bahwa kondisi ekonomi dapat dikendalikan dan kesejahteraan mereka tetap menjadi prioritas,” tegas Arfan.
Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan tentang mencari siapa yang salah, melainkan bagaimana kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat. “Alarmnya sudah berbunyi, sekarang saatnya bertindak,” katanya.
Langkah Konkret yang Diminta
Arfan mendorong pemerintah pusat untuk segera mengeluarkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, ia meminta agar inflasi dikendalikan dan kebijakan energi tidak semakin membebani masyarakat di daerah-daerah seperti Maluku Utara.
Menurutnya, evaluasi terhadap kebijakan yang ada saat ini juga perlu segera dilakukan. Pemerintah diminta memperkuat langkah-langkah yang dinilai efektif menjaga stabilitas ekonomi nasional sebelum dampaknya meluas.