TIDORE — Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, menerima kunjungan kerja Tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara di ruang kerjanya, Kamis pekan lalu. Kunjungan ini membahas pelaksanaan tools penilaian mandiri kabupaten/kota untuk keamanan pangan.
Dalam pertemuan itu, Ismail menegaskan peran Dinas Kesehatan sebagai perangkat daerah pengampu utama program tersebut. Ia meminta dinas terkait agar menjalin komunikasi intensif dan menyiapkan data dukung yang diperlukan tim penilai BPOM.
"Kami berharap program pangan aman ini dapat berjalan optimal. Kuncinya adalah saling berkoordinasi antarperangkat daerah terkait," kata Ismail Dukomalamo.
Penilaian dari BPOM untuk Program Prioritas Nasional
Ketua Tim Program Prioritas Nasional BPOM Maluku Utara, Sjafri Ahmad, menjelaskan bahwa pihaknya akan menilai kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan pengawasan keamanan pangan terpadu. Selain itu, penilaian juga mencakup penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.
"Penilaian ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional BPOM RI untuk memastikan keamanan pangan di daerah sekaligus mendorong implementasi perizinan usaha berbasis risiko yang efektif," ujar Sjafri.
Koordinasi Lintas Perangkat Daerah Jadi Kunci
Ismail menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk saling mendukung, terutama dalam penyediaan data dan dokumen yang dibutuhkan tim penilai.
Langkah ini dinilai penting mengingat keamanan pangan menyangkut kesehatan masyarakat secara luas. Dengan adanya penilaian mandiri, Pemkot Tidore dapat mengukur sejauh mana sistem pengawasan pangan telah berjalan sesuai standar nasional.
Kunjungan Tim BPOM Maluku Utara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat mendorong daerah-daerah di Indonesia untuk memperkuat sistem keamanan pangan. Tidore menjadi salah satu kota yang dinilai dalam program prioritas tersebut.