TIDORE — Muhammad Sinen menegaskan bahwa kualitas data ekonomi sangat menentukan arah pembangunan ke depan. “Saya berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan memberikan data yang valid dan akurat, sehingga ke depan pemerintah dapat melakukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya dalam sambutan di acara yang dihadiri Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.
Perintah Tegas ke Camat dan Lurah: Dukung Petugas Lapangan
Kepala daerah Kota Tidore Kepulauan itu tidak hanya bicara soal data. Ia secara spesifik memerintahkan jajaran pemerintahan di tingkat bawah untuk bersinergi penuh dengan petugas sensus. “Seluruh camat, lurah, kepala desa beserta perangkatnya wajib bersinergi dengan petugas lapangan, memberikan kemudahan akses, serta mendukung kelancaran kerja petugas BPS demi kenyamanan masyarakat,” tegas Muhammad Sinen.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan BPS setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas data tetap terjaga dan bebas dari kendala teknis maupun administrasi selama proses pendataan berlangsung.
Pergeseran Ekonomi Maluku Utara: Dari Rempah ke Nikel
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan latar belakang pentingnya SE2026. Ia menyebut struktur ekonomi Maluku Utara saat ini mengalami pergeseran signifikan. Sektor pertanian dan rempah-rempah mulai bergeser ke industri pengolahan nikel, ditopang sektor pariwisata dan perikanan yang terus berkembang.
SE2026 juga dirancang untuk menangkap perubahan pola aktivitas ekonomi modern. Transaksi digital dan ekonomi daring yang selama ini belum terekam secara optimal diharapkan bisa terdata dengan baik. “Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pendataan ini diharapkan menghasilkan basis data yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Amalia.
Pemukulan Tifa Tandai Dimulainya Sensus
Pencanangan SE2026 di Maluku Utara ditandai dengan pemukulan tifa oleh Kepala BPS RI bersama Gubernur Sherly Laos, serta para bupati dan wali kota se-provinsi. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pelaksanaan sensus yang akan memotret dinamika ekonomi daerah secara menyeluruh.
SE2026 diharapkan menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan ekonomi Maluku Utara yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis data yang kuat. Bagi Kota Tidore Kepulauan, partisipasi aktif pelaku usaha lokal menjadi penentu keberhasilan pendataan ini.