MALUKU UTARA — Pertandingan di Santa Clara, markas San Francisco 49ers, berlangsung sengit sejak menit awal. Ribuan suporter Bosnia yang memadati tribun langsung histeris saat Mahmic mencetak gol penentu yang membuat timnya finis di posisi ketiga klasemen Grup B. Kemenangan ini membuka jalan bagi Bosnia untuk bertemu Amerika Serikat di babak selanjutnya.
Gol Indah Alajbegovic Jadi Pembuka
Bintang muda berusia 18 tahun, Kerim Alajbegovic, menjadi aktor utama di babak pertama. Ia mencetak gol spektakuler pada menit ke-27 setelah menerima umpan Ivan Basic di luar kotak penalti.
Alajbegovic bergerak dari kiri ke kanan, melewati dua pemain Qatar, lalu melepaskan tembakan keras yang melesak ke pojok atas gawang. Gol ini menjadi bukti kualitas pemain yang baru saja ditebus Bayer Leverkusen dari RB Salzburg seharga €8 juta pada Maret lalu.
Dzeko dan Kontroversi Gol Kedua Bosnia
Lima menit berselang, Bosnia menggandakan keunggulan lewat gol bunuh diri Sultan al-Brake. Upaya Edin Dzeko yang ingin mengarahkan umpan silang ke Esmir Bajraktarevic justru mengenai betis bek Qatar tersebut dan mengelabui kiper Mahmud Abunada.
Qatar memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum. Kapten Hassan al-Haydos memanfaatkan kelengahan pertahanan Bosnia untuk menyambar umpan tarik Edmilson Junior. Pedro Miguel nyaris menyamakan kedudukan di masa injury time andai tembakannya tidak membentur tiang gawang.
Barbarez Akui Timnya Sempat Terpuruk
Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, langsung bereaksi di babak kedua dengan memasukkan Amar Memic dan Benjamin Tahirovic. Namun, Qatar tetap memberikan tekanan. Peluang emas datang dari tendangan voli Boualem Khoukhi yang memaksa kiper Bosnia bekerja keras.
“Saya sadar tim mulai menurun. Ketika saya senang, saya tetap tenang, saya tidak melompat atau bernyanyi, tapi kebahagiaan itu akan datang nanti malam atau besok pagi,” ujar Barbarez yang tetap tenang dengan setelan jas hitamnya.
Mahmic Menangis, Suporter Bernyanyi Lagu USA
Momen krusial terjadi pada menit ke-80. Bola liar di kotak penalti langsung disambar Mahmic yang melepas jerseynya selebrasi. Pemain berusia 21 tahun yang baru setahun lalu meninggalkan timnas junior Austria itu menangis histeris saat peluit panjang dibunyikan.
Di tribun, seorang suporter mengibarkan syal biru-kuning dengan bibir bergetar. Para pemain berfoto bersama dan kemudian berjingkrak serempak dengan ribuan fans. Lagu USA milik band rock Bosnia, Dubioza Kolektiv, menggema di seluruh stadion.
Edin Dzeko yang menjalani caps ke-150 bersama Bosnia berpelukan dengan staf pelatih. Sementara Sead Kolasinac, satu dari dua pemain yang tersisa dari Piala Dunia 2014, mengepalkan tangannya penuh semangat.
Barbarez: Kami Kecil, Tapi Jumlah Kami Banyak
“Kami masih harus lihat apakah akan lolos ke babak berikutnya,” kata Barbarez diplomatis. Namun, ia tak kuasa menahan senyum saat menambahkan, “Kami kecil, tapi jumlah kami banyak. Saya yakin diaspora kami lebih besar dari populasi negara sendiri. Banyak orang yang ingin melihat kami.”
Kemenangan ini memastikan Bosnia lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik. Mereka menunggu lawan di babak 32 besar yang kemungkinan besar adalah Amerika Serikat.