Pencarian

Rumput Lapangan Bangsaha Morotai Mengering Jelang 17 Agustus, Panitia Siagakan Penyiraman dan Pupuk

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 11:46:14 WIB
Rumput Lapangan Bangsaha Morotai Mengering Jelang 17 Agustus, Panitia Siagakan Penyiraman dan Pupuk
Rumput Lapangan Bangsaha, Morotai, mengering akibat El Nino menjelang upacara HUT ke-81 RI.

MOROTAI — Hamparan rumput Lapangan Bangsaha, lokasi utama upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, saat ini berubah kecokelatan. Kondisi tersebut dipicu fenomena El Nino yang menyebabkan tanah kehilangan kandungan air, hingga menyisakan permukaan kering di area lapangan sepak bola itu.

Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-81 RI sekaligus Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengakui kondisi ini menjadi perhatian khusus. Pihaknya tengah menyiapkan langkah taktis agar rumput kembali segar sebelum puncak peringatan digelar.

"Kondisi lapangan atau lokasi pelaksanaan upacara nanti tetap kami pantau dan antisipasi agar kembali hijau," ujar Tamhid, Jumat (31/7/2026).

Debu Latihan Paskibraka Jadi Kekhawatiran

Kekeringan ini berdampak langsung pada aktivitas Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capas) yang berlatih rutin tiga kali sehari. Saat sesi latihan pagi, siang, dan sore, debu dari permukaan tanah yang gundul membumbung dan berpotensi mengganggu kesehatan peserta maupun pelatih.

Kondisi ini diperparah keterbatasan armada mobil tangki air milik Dinas Pertanian. Unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang biasanya membantu penyiraman juga tengah dialihkan untuk menangani maraknya kebakaran rumput di sejumlah titik di Morotai.

Penyiraman Dijadwalkan Usai Latihan Sore

Untuk mengatasi kendala tersebut, panitia mengoptimalkan penyiraman yang dipadukan dengan pemberian pupuk. Waktu pelaksanaannya dijadwalkan setelah sesi latihan Paskibraka selesai pada sore hari, sehingga tidak mengganggu jalannya gladi.

Koordinasi dengan pihak Damkar terus dilakukan, sembari mengupayakan armada tangki air alternatif dari instansi lain. Tamhid memastikan persiapan teknis panggung utama dan penataan lokasi secara umum tidak mengalami kendala berarti.

Efisiensi Anggaran Ubah Penataan Lokasi

Tahun ini, konsep penataan lokasi upacara mengalami penyesuaian dibandingkan peringatan 17 Agustus 2025. Panitia memilih tidak mengusung tata desain bundaran air mancur demi efisiensi anggaran.

Sebagai gantinya, tampilan lokasi akan memanfaatkan bangunan Bangsaha yang sudah ada. Tiang bendera tetap menggunakan fasilitas eksisting dengan perbaikan pada bagian dudukan atau bawah tiang.

"Mudah-mudahan seluruh persiapan selesai tepat waktu dan pelaksanaan upacara 17 Agustus tahun ini dapat berjalan aman dan lancar," pungkasnya.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks