Pencarian

Resep Kue Bagea Oleh-Oleh Khas Maluku Utara yang Renyah

Senin, 03 Agustus 2026 • 10:02:31 WIB
Resep Kue Bagea Oleh-Oleh Khas Maluku Utara yang Renyah
Resep kue bagea oleh-oleh khas Maluku Utara. (Foto: NET)

MALUKU UTARA - Resep kue bagea oleh-oleh khas Maluku Utara menjadi salah satu informasi kuliner yang banyak dicari karena kue tradisional ini memiliki cita rasa unik dengan bahan utama tepung sagu.

Resep kue bagea oleh-oleh khas Maluku Utara juga menarik dipelajari karena menghadirkan camilan khas Indonesia Timur yang terkenal renyah, tahan lama, dan sering dijadikan buah tangan dari Maluku Utara maupun wilayah Maluku.

Indonesia memiliki beragam kekayaan kuliner tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu yang tetap bertahan hingga sekarang adalah kue bagea.

Kue ini dikenal memiliki tekstur keras di bagian luar, tetapi akan terasa lembut setelah dikunyah. Karakter tersebut menjadi ciri khas yang membedakannya dari jenis kue kering lainnya.

Selain menjadi sajian pada acara keluarga maupun perayaan adat, bagea juga menjadi oleh-oleh favorit wisatawan.

Aroma rempah yang khas dipadukan dengan gurihnya kacang tanah dan tepung sagu menghasilkan cita rasa autentik yang sulit ditemukan pada kue modern.

Resep kue bagea oleh-oleh khas Maluku Utara

Kue bagea dibuat menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan.

Kunci utama kelezatan kue ini terletak pada kualitas tepung sagu serta proses pemanggangan yang dilakukan dengan suhu rendah agar teksturnya tetap renyah tanpa gosong.

Bahan-bahan

Siapkan bahan berikut sebelum memulai proses pembuatan:

  • 500 gram tepung sagu.
  • 100 gram gula halus.
  • 2 butir telur.
  • 100 gram kacang tanah sangrai, kemudian dihaluskan.
  • 1 sendok teh bubuk kayu manis.
  • ½ sendok teh vanili bubuk.
  • ½ sendok teh garam.
  • 100 ml minyak kelapa atau mentega cair.

Seluruh bahan tersebut menghasilkan perpaduan rasa manis yang tidak berlebihan dengan aroma rempah yang khas.

Cara Membuat Kue Bagea

Pembuatan bagea relatif mudah meskipun membutuhkan ketelitian pada proses pencampuran adonan dan pemanggangan.

1. Campurkan bahan kering

Masukkan tepung sagu, gula halus, kacang tanah yang telah dihaluskan, bubuk kayu manis, vanili, dan garam ke dalam wadah besar.

Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata sehingga setiap bagian adonan memiliki komposisi yang seimbang.

2. Tambahkan bahan basah

Masukkan telur ke dalam campuran bahan kering.

Aduk perlahan hingga rata, kemudian tambahkan minyak kelapa atau mentega cair sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.

Adonan yang baik memiliki tekstur padat namun masih mudah dibentuk.

3. Bentuk adonan

Ambil adonan secukupnya lalu bentuk menyerupai oval kecil atau bulatan sesuai selera.

Susun adonan di atas loyang yang telah dialasi kertas baking atau diolesi sedikit margarin agar tidak lengket.

4. Panggang hingga matang

Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu sekitar 150 derajat Celsius.

Panggang selama kurang lebih 30 hingga 40 menit atau sampai permukaan kue terlihat matang dan teksturnya mengeras.

Pemanggangan menggunakan suhu rendah menjadi salah satu rahasia agar bagea matang merata tanpa mudah retak.

5. Dinginkan

Setelah matang, keluarkan loyang dari oven.

Biarkan kue dingin pada suhu ruang sebelum dipindahkan ke dalam wadah kedap udara.

Langkah ini membantu menjaga kerenyahan kue dalam waktu yang lebih lama.

Sejarah singkat kue bagea

Bagea merupakan salah satu warisan kuliner masyarakat Maluku dan Maluku Utara yang telah dikenal sejak lama.

Masyarakat pesisir memanfaatkan sagu sebagai bahan pangan utama karena tanaman sagu tumbuh subur di wilayah timur Indonesia.

Selain diolah menjadi makanan pokok, sagu juga diolah menjadi berbagai jenis camilan, salah satunya bagea.

Seiring berkembangnya perdagangan antarpulau, bagea mulai dikenal di berbagai daerah hingga menjadi salah satu oleh-oleh khas yang banyak dicari wisatawan.

Mengapa bagea menggunakan tepung sagu?

Sagu menjadi bahan utama karena memiliki karakteristik berbeda dibandingkan tepung terigu.

Beberapa keunggulan tepung sagu antara lain:

  • Memberikan tekstur renyah yang khas.
  • Menghasilkan aroma alami yang lembut.
  • Memiliki daya simpan cukup lama.
  • Menjadi bahan pangan tradisional masyarakat Indonesia Timur.

Penggunaan sagu juga mencerminkan kekayaan sumber daya lokal yang telah dimanfaatkan selama ratusan tahun.

Tips membuat bagea lebih renyah

Agar hasil akhir semakin maksimal, beberapa tips berikut dapat diterapkan.

  • Gunakan tepung sagu berkualitas baik.
  • Sangrai tepung sagu terlebih dahulu apabila masih terasa lembap.
  • Pilih kacang tanah yang baru disangrai agar aromanya lebih kuat.
  • Panggang menggunakan suhu rendah secara stabil.
  • Jangan mengeluarkan kue sebelum benar-benar matang.
  • Simpan dalam wadah kedap udara setelah dingin.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu menghasilkan bagea dengan tekstur yang lebih baik.

Variasi rasa yang dapat dicoba

Meskipun resep tradisional tetap menjadi favorit, bagea kini hadir dalam beberapa variasi rasa.

Di antaranya:

  • Bagea kenari.
  • Bagea cokelat.
  • Bagea keju.
  • Bagea wijen.
  • Bagea pandan.
  • Bagea jahe.

Inovasi tersebut membuat bagea semakin diminati oleh berbagai kalangan tanpa menghilangkan cita rasa tradisionalnya.

Cocok dijadikan oleh-oleh

Salah satu alasan bagea populer sebagai buah tangan adalah daya simpannya yang cukup panjang.

Apabila disimpan dalam wadah tertutup rapat, bagea dapat bertahan selama beberapa minggu tanpa mengalami perubahan rasa yang berarti.

Teksturnya yang keras juga membuatnya tidak mudah hancur selama proses pengiriman.

Karena itulah bagea sering ditemukan di pusat oleh-oleh khas Maluku Utara.

Nilai gizi kue bagea

Bahan utama bagea berasal dari tepung sagu yang merupakan sumber karbohidrat.

Selain itu terdapat tambahan kacang tanah yang mengandung protein nabati, lemak sehat, vitamin E, serta berbagai mineral.

Meskipun termasuk camilan tradisional, konsumsi tetap disarankan dalam jumlah yang wajar karena mengandung gula dan lemak dari bahan tambahan.

Dipadukan dengan teh hangat atau kopi tanpa gula, bagea menjadi teman bersantai yang sangat nikmat.

Peluang usaha kue bagea

Permintaan terhadap makanan tradisional terus meningkat, terutama dari sektor pariwisata.

Bagea memiliki beberapa keunggulan sebagai produk usaha.

  • Bahan baku mudah diperoleh.
  • Proses produksi relatif sederhana.
  • Umur simpan panjang.
  • Mudah dikemas.
  • Memiliki nilai budaya yang kuat.
  • Pasar oleh-oleh terus berkembang.

Dengan kemasan modern dan strategi pemasaran digital, bagea memiliki peluang menjadi produk UMKM yang mampu bersaing di pasar nasional.

Kesimpulan

Kue bagea merupakan salah satu warisan kuliner khas Maluku Utara yang tetap digemari hingga sekarang.

Berbahan dasar tepung sagu, kacang tanah, dan rempah pilihan, kue ini menawarkan tekstur renyah dengan cita rasa yang khas.

Selain mudah dibuat menggunakan bahan sederhana, bagea juga memiliki daya simpan yang lama sehingga sangat cocok dijadikan oleh-oleh maupun camilan sehari-hari.

Dengan mengikuti Resep kue bagea oleh-oleh khas Maluku Utara secara tepat, hasil yang diperoleh akan memiliki rasa autentik sekaligus mempertahankan kekayaan kuliner tradisional Indonesia Timur.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks