MALUKU UTARA — Insiden mobil listrik terbakar di jalan tol kembali menjadi sorotan. Kali ini menimpa sebuah BYD Seal di Tol Cikampek pada akhir Juli lalu. PT BYD Motor Indonesia buka suara, menyebut peristiwa itu berawal dari laporan pengemudi soal kondisi kendaraan yang tidak normal sebelum api muncul.
Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, memaparkan kronologi awal kejadian saat ditemui di arena GIIAS 2026 di BSD, Tangerang, Senin (3/8/2026). Ia menegaskan konsumen telah menghubungi layanan call center BYD pada pagi hari kejadian untuk menyampaikan keluhan terkait anomali yang dirasakan saat berkendara.
Sistem Keamanan Terbukti Berfungsi Sebelum Kebakaran
Menurut Luther, langkah pengemudi yang segera menghubungi call center justru membuktikan sistem keamanan pada BYD Seal bekerja optimal. Sistem tersebut berhasil mendeteksi kondisi tidak normal pada kendaraan, sehingga pengemudi dapat bereaksi cepat.
"Pada saat kejadian, pada pagi itu, konsumen sudah menghubungi call center BYD terkait anomali yang dia rasakan saat berkendara," ujar Luther. Kendati demikian, ia enggan merinci bentuk anomali yang dikeluhkan atau yang teridentifikasi oleh sistem kendaraan.
Unit Kendaraan Diambil Alih untuk Pemeriksaan Mendalam
Komunikasi antara konsumen dan call center memungkinkan tim teknis BYD tiba di lokasi kejadian dengan sigap. Tim tersebut turut membantu proses penanganan insiden di Tol Cikampek. Kini, unit BYD Seal yang terbakar telah diambil alih penuh oleh pabrikan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai bagian dari investigasi internal.
Luther berjanji hasil investigasi atas insiden kebakaran ini akan diumumkan secara transparan kepada publik. Ia juga menekankan bahwa kejadian ini merupakan kasus yang sangat langka, mengingat jumlah unit BYD yang beredar di Indonesia telah mencapai angka signifikan.
"Kejadian ini adalah kejadian yang sangat unik, yang terjadi pada satu dari 92.000 unit mobil yang sudah kami delivery di Indonesia," klaim Luther dalam kesempatan yang sama.
Bukan Insiden Pertama, Ada Riwayat Kasus di Palmerah
Ini bukan kali pertama BYD Seal memicu kehebohan di jalanan Indonesia. Sebelumnya, pada Mei 2025, sebuah BYD Seal dilaporkan mengeluarkan asap tebal di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa itu sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna mobil listrik.
Atas insiden Palmerah, hasil investigasi internal BYD menyimpulkan penyebabnya adalah gangguan faktor eksternal. Pabrikan mengklaim binatang menjadi pemicu keluarnya asap tebal pada mobil listrik tersebut, bukan karena kegagalan komponen internal kendaraan.
Dengan dua kejadian serupa, publik kini menanti hasil investigasi resmi BYD untuk kasus terbaru di Cikampek. Transparansi penuh dari pabrikan menjadi kunci menjaga kepercayaan konsumen terhadap keamanan teknologi kendaraan listrik di Indonesia.