TOBELO — Rustamani Juanga dan Kiril Tatambane, dua warga Desa Mamuya, berhasil menemukan jasad Angel yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di kawasan puncak gunung. Keduanya nekat menerobos medan ekstrem dan cuaca buruk demi mengevakuasi korban dari titik yang sangat dekat dengan kawah aktif.
Aksi berisiko tinggi tersebut dilakukan saat kondisi alam di sekitar Gunung Dukono sedang tidak bersahabat. Keberhasilan mereka menemukan posisi jasad korban menjadi kunci penting dalam proses evakuasi yang dilakukan di tengah ancaman material vulkanik dan jarak pandang yang terbatas.
Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad, secara terbuka melayangkan pujian atas nyali besar yang ditunjukkan oleh kedua warga tersebut. Menurutnya, tindakan Rustamani dan Kiril melampaui tugas warga biasa karena berani bertaruh nyawa di lokasi bencana yang sangat dinamis.
“Keduanya adalah pahlawan. Di tengah kondisi alam yang sangat berbahaya dan cuaca yang tidak memungkinkan, mereka tetap berani menerobos hingga ke dekat kawah,” tulis Kasman melalui unggahan di akun Facebook resminya, Minggu (10/5/2026).
Kasman menilai, tanpa inisiatif dan keberanian dari warga lokal yang memahami medan, proses pencarian korban di titik ekstrem tersebut akan memakan waktu lebih lama dan jauh lebih sulit bagi petugas di lapangan.
Melihat kontribusi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berencana memberikan apresiasi resmi. Kasman menyebut bahwa dedikasi kedua warga Desa Mamuya ini layak mendapatkan pengakuan dari pemerintah daerah karena kerelaan mereka membantu di situasi darurat.
“Mereka layak diberikan penghargaan karena memiliki keberanian luar biasa untuk menembus cuaca ekstrem di lokasi pencarian,” tegas Kasman.
Selain memberikan sorotan pada warga, Kasman juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR gabungan. Seluruh personel dinilai telah bekerja keras tanpa henti dalam operasi kemanusiaan yang berlangsung di wilayah rawan bencana tersebut.
Upaya pencarian korban erupsi Gunung Dukono ini diketahui telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Medan yang berat serta aktivitas vulkanik yang fluktuatif menjadi tantangan utama bagi tim gabungan sejak hari pertama operasi dimulai.
“Kepada seluruh Tim SAR gabungan, saya mengucapkan banyak terima kasih karena telah membantu Pemerintah Daerah Halmahera Utara dalam proses pencarian korban. Saya sangat mengapresiasi perjuangan kalian semua selama tiga hari terakhir ini,” tutup Kasman.
Penemuan jasad Angel ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian intensif di kawasan puncak Gunung Dukono. Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat dan pendaki untuk selalu mematuhi rekomendasi zona bahaya guna menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik yang masih tinggi.