Pencarian

Lokasi 2 WNA Singapura di Kawah Dukono Ditemukan, Evakuasi Terkendala Erupsi

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:28:01 WIB
Lokasi 2 WNA Singapura di Kawah Dukono Ditemukan, Evakuasi Terkendala Erupsi
Tim SAR telah menemukan lokasi dua WNA Singapura di Kawah Gunung Dukono.

TOBELO — Upaya pencarian dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mulai menemui titik terang. Tim SAR gabungan telah berhasil mengunci lokasi keberadaan kedua pendaki tersebut pada Minggu (10/5/2026).

Kendati titik koordinat sudah dikantongi, tim penyelamat belum bisa menjangkau lokasi untuk melakukan evakuasi. Hal ini disebabkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berada pada level ekstrem, sehingga membahayakan keselamatan personel di lapangan.

Korban Terdeteksi Hanya 20 Meter dari Bibir Kawah

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maluku Utara, Iwan Ramadani, menjelaskan bahwa posisi kedua korban berada di zona yang sangat berbahaya. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, kedua warga Singapura tersebut terdeteksi berada di area puncak yang sangat dekat dengan pusat letusan.

“Tim sudah mengetahui posisi dua korban. Namun hingga saat ini kami belum bisa melakukan evakuasi karena lokasi korban berada sekitar 20 meter dari bibir kawah,” ujar Iwan Ramadani.

Semburan material vulkanik dan letupan yang terjadi sewaktu-waktu menjadi kendala utama. Tim SAR harus memperhitungkan risiko keselamatan dengan sangat matang sebelum memutuskan untuk merapat ke area bibir kawah yang terus bergejolak.

Identitas Korban dan Pengerahan 150 Personel Gabungan

Dua WNA Singapura yang dilaporkan terjebak dalam peristiwa ini adalah Heng Wen Qiang Timothy yang berusia 30 tahun dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid yang berusia 27 tahun. Hingga saat ini, kondisi pasti kedua korban belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut karena jarak pandang dan akses yang terbatas.

Untuk menangani misi penyelamatan di medan ekstrem ini, otoritas SAR telah mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 150 personel gabungan yang terbagi dalam empat regu telah disebar di beberapa titik strategis di kawasan Gunung Dukono.

“Kami tengah mematangkan strategi internal sembari memantau perkembangan cuaca dan aktivitas gunung,” tambah Iwan. Tim gabungan terus berkoordinasi dengan petugas pos pengamatan gunung api untuk memastikan kapan momentum yang tepat bagi tim evakuasi untuk bergerak masuk ke zona bahaya.

Menunggu Penurunan Aktivitas Vulkanik

Hingga berita ini diturunkan, erupsi Gunung Dukono dilaporkan masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Pihak berwenang berharap aktivitas vulkanik segera menurun sehingga prosedur evakuasi medis darurat dapat segera dilaksanakan terhadap Timothy dan Shahin.

Masyarakat dan pendaki lain juga diimbau untuk tetap mematuhi radius aman yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat guna menghindari jatuhnya korban tambahan di tengah kondisi gunung yang belum stabil.

Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks