TERNATE — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah tidak hanya mengandalkan buku cetak untuk menumbuhkan budaya literasi. Menghadapi kebiasaan baru masyarakat yang lebih sering membaca lewat ponsel, pemda meluncurkan aplikasi e-Pustaka dengan koleksi lebih dari 11 ribu judul buku digital.
Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Halmahera Tengah, Nurdjana Mandar, mengatakan aplikasi ini dirancang untuk menjembatani anak-anak yang lebih akrab dengan perangkat digital.
"Anak-anak sekarang lebih banyak menggunakan android daripada membaca buku langsung. Karena itu kami membuka layanan e-Pustaka agar mereka tetap bisa membaca melalui perangkat digital," ungkapnya dalam keterangan yang diterima, Senin (11/5/2026).
Pelantikan Bunda Literasi di Bella Hotel Ternate pada Senin lalu menjadi titik awal penguatan peran tokoh masyarakat dalam literasi. Ny. Rallia Ikram, yang dilantik dalam acara tersebut, menyebut seluruh sekolah tingkat SD, SMP, hingga PAUD di Halmahera Tengah sudah memiliki perpustakaan.
"Tapi memang belum optimal seperti yang diharapkan. Insyaallah dengan terlantiknya Bunda Literasi hari ini, perpustakaan desa, sekolah dan PAUD bisa lebih maksimal ke depan," ujarnya.
Salah satu kendala utama yang diakui pemda adalah pemahaman pengelolaan perpustakaan yang belum maksimal. Selain itu, kebiasaan membaca buku fisik terus menurun karena masyarakat lebih memilih mencari bacaan lewat ponsel.
Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan akan mewajibkan sekolah menyediakan waktu khusus bagi siswa untuk berkunjung ke perpustakaan minimal satu hari dalam sepekan. "Jadi sambil bermain, mereka bisa berkunjung ke perpustakaan dan membaca buku," jelas Rallia.
Pada tahun 2026, pemda juga menggandeng PKK, pemerintah desa, dan kecamatan untuk mengedukasi warga tentang tata cara meminjam, membaca, hingga mengembalikan buku di perpustakaan desa. Program ini diharapkan memperkuat taman baca masyarakat dan membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Melalui kombinasi layanan konvensional dan digital, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah optimistis budaya literasi bisa bangkit kembali di tengah arus teknologi. (Ches)