MALUKU UTARA — Xiaomi mengumumkan peluncuran YU7 Standard Edition dalam acara "Human x Car x Home" pada hari ini. CEO Lei Jun secara terbuka mengakui bahwa harga awal YU7 yang diluncurkan Juni lalu di RMB 253.500 hanya memiliki selisih RMB 10.000 dengan Tesla Model Y, sehingga dinilai "tidak cukup kompetitif". Keputusan ini diambil untuk merebut kembali momentum penjualan yang mulai melamban setelah pesanan awal terpenuhi.
YU7 Standard Edition menjadi basis baru lini YU7 dengan harga RMB 233.500 atau sekitar Rp 520,6 juta (kurs Rp 16.000). Varian ini mengusung motor listrik tunggal penggerak roda belakang (RWD) bertenaga 235 kW setara 315 HP, dipasok baterai LFP dari CATL dengan platform 752V. Bobot kendaraan tercatat 2.200 kg, lebih ringan 115 kg dari varian dasar sebelumnya berkat konfigurasi satu motor.
Dengan harga tersebut, YU7 Standard Edition memangkas jarak dengan Tesla Model Y dari sebelumnya hanya RMB 10.000 menjadi RMB 30.000 atau setara Rp 70 jutaan. Jangkauan 643 km berdasarkan siklus CLTC juga unggul 50 km dari Model Y RWD. Varian dasar lama kini berganti nama menjadi "Long Range Edition" sebagai trim menengah.
Meski sebagai varian termurah, Xiaomi tidak memangkas fitur penting. YU7 Standard Edition tetap dibekali Smart Chassis 2.0 yang mencakup suspensi udara dan peredam CDC. Sistem bantuan pengemudi (ADAS) mengandalkan platform NVIDIA DRIVE AGX Thor dengan daya komputasi 700 TOPS, dilengkapi LiDAR dan radar 4D gelombang milimeter.
Semua fitur ADAS—navigasi jalan tol, navigasi perkotaan, hingga parkir otomatis—diberikan gratis seumur hidup tanpa langganan. Ini menjadi nilai tambah signifikan di segmen SUV listrik yang biasanya menerapkan model berlangganan untuk fitur serupa.
Bersamaan dengan varian Standard, Xiaomi juga memperkenalkan YU7 GT. SUV performa tinggi ini dibanderol mulai RMB 389.900 atau Rp 870 jutaan. Ditenagai motor HyperEngine V8s EVO yang berputar hingga 28.000 rpm dipadu motor depan Inovance, total tenaga mencapai 1.003 PS setara 990 HP.
Akselerasi 0-100 km/jam hanya 2,92 detik dengan kecepatan puncak 300 km/jam. Baterai ternary lithium 101,7 kWh pada platform 897V mendukung pengisian cepat 5,2C dan jangkauan 705 km. Di sirkuit Nürburgring Nordschleife, YU7 GT dengan Track Package mencatat waktu 7:22,755 pada 2 April lalu, memecahkan rekor SUV yang sebelumnya dipegang Audi RS Q8 dengan selisih 14 detik.
Hingga saat ini, seri YU7 telah terjual 232.000 unit sejak peluncuran Juni lalu. Secara keseluruhan, Xiaomi telah mengirimkan lebih dari 600.000 EV dalam waktu kurang dari dua tahun. Dengan hadirnya YU7 Standard Edition dan YU7 GT, perusahaan menargetkan pengiriman 550.000 unit sepanjang 2026. Varian Standard Edition yang lebih agresif secara harga diyakini menjadi kunci untuk kembali menekan dominasi Tesla Model Y di pasar China yang pada Maret lalu memuncaki penjualan NEV.