SOFIFI — Ketua Umum KSL Maluku Utara, Slamet Dasim, meminta seluruh anggota dan masyarakat umum untuk tetap tenang. Imbauan ini menyusul beredarnya informasi yang dinilai bisa mengganggu stabilitas di tengah warga.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyatakan bahwa sejumlah SPBU di wilayah itu masih dalam proses penetapan kuota dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah, kata dia, terus berkoordinasi intensif agar distribusi berjalan lancar.
“Langkah koordinasi dan pengajuan ini kami lakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap dinamika kebutuhan BBM di lapangan,” ujar Sarbin dalam pertemuan bersama pengurus KSL beberapa waktu lalu.
Wagub menambahkan, hak masyarakat terhadap BBM subsidi harus terpenuhi secara merata. Ia memastikan pemprov tidak tinggal diam menghadapi dinamika pasokan di lapangan.
Slamet Dasim menegaskan, isu kelangkaan yang tidak berdasar bisa memicu keresahan dan perpecahan. Ia mengajak semua elemen mendukung langkah pemprov dalam mengatasi persoalan distribusi.
“Mari sama-sama kita mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengatasi BBM saat ini. Selain itu saya mengimbau untuk terus menjaga dan memelihara kerukunan,” kata Slamet, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif lebih penting daripada mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
KSL berharap warga Maluku Utara lebih selektif terhadap informasi yang beredar, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok seperti BBM. Organisasi sopir ini mengingatkan agar tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya.
Langkah pemprov bersama KSL ini menjadi sinyal bahwa rantai pasok BBM bersubsidi tetap diawasi. Masyarakat diminta melapor langsung jika menemukan indikasi penyimpangan di lapangan.