SOFIFI — Brigjen Pol. Arif Budiman resmi menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara menggantikan Irjen Pol. Waris Agono. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di kawasan Royal Sofifi, Sabtu (23/05/2026), dan langsung disorot wartawan terkait agenda prioritas yang harus segera dituntaskan.
Kasus Siben Popo hingga Tambang Rakyat Jadi Sorotan
Selain agenda seremonial, wartawan yang meliput sertijab langsung melontarkan pertanyaan soal perkara hukum yang belum rampung. Beberapa di antaranya adalah kasus Siben Popo, dugaan tindak pidana korupsi, dan persoalan aktivitas tambang rakyat yang kini menjadi isu strategis di Maluku Utara.
Ketiga persoalan ini disebut masih menjadi perhatian publik dan diperkirakan akan menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Brigjen Arif Budiman. Belum ada pernyataan resmi dari kapolda baru terkait langkah konkret yang akan diambil dalam waktu dekat.
Dua Proyek Infrastruktur Polda Senilai Rp 4,8 Miliar Sedang Berjalan
Di sisi pembangunan fisik, terdapat dua proyek yang tengah dikerjakan di lingkungan Mapolda Maluku Utara. Proyek pertama adalah pembangunan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku Utara yang berlokasi di Sofifi. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.864.010.000 dengan waktu pelaksanaan 120 hari sejak kontrak ditandatangani pada 28 April 2026. Pelaksana proyek adalah CV. Arlin Trisula Perkasa.
Proyek kedua adalah konstruksi pembangunan kolam renang Polda Maluku Utara. Informasi lebih detail mengenai anggaran dan jadwal pengerjaan proyek ini belum dirilis secara lengkap.
Kedua proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sesuai kontrak. Pengawasan terhadap progres fisik dan penggunaan anggaran menjadi salah satu tugas yang harus diantisipasi oleh jajaran Polda Maluku Utara di bawah komando baru.
Pekerjaan Rumah Lain yang Belum Tuntas
Selain kasus dan proyek fisik, sejumlah persoalan hukum dan isu strategis daerah lainnya disebut belum sepenuhnya selesai pada masa kepemimpinan sebelumnya. Publik menanti langkah-langkah konkret dari Brigjen Arif Budiman dalam menyelesaikan berbagai agenda yang tertunda tersebut.