Harga BBM 1 September 2026: Pertamina Dex dan Dexlite Cetak Kenaikan Terbesar Tahun Ini

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 01 September 2026 | 20:37:31 WIB
Harga Pertamina Dex dan Dexlite resmi naik masing-masing Rp4.050 dan Rp4.000 per liter per 1 September 2026.

MALUKU UTARA — Keputusan PT Pertamina Patra Niaga ini langsung membebani pengelola armada logistik, transportasi umum, dan sektor industri yang bergantung pada solar. Dalam satu malam saja, biaya operasional bulanan untuk kendaraan berbahan bakar diesel otomatis membengkak. Kebijakan ini berlaku per 1 September 2026 dan mengacu pada formula yang diatur dalam Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Kenaikan Terbesar Sepanjang 2026, Diklaim Ikuti Formula Pemerintah

Pertamina menyatakan penyesuaian harga ini tidak dilakukan tanpa perhitungan. Ada empat variabel utama yang menjadi acuan: pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, besaran pajak, serta daya beli masyarakat. Dari keempat faktor itu, dua yang paling dominan memengaruhi laju harga bulanan adalah kondisi geopolitik yang menggerakkan harga minyak global dan penguatan atau pelemahan kurs rupiah.

Kenaikan kali ini memang jumbo. Sebelumnya, penyesuaian harga tertinggi di tahun 2026 belum pernah menembus angka Rp4.000 untuk satu kali evaluasi. Namun Pertamina sengaja membatasi penyesuaian hanya pada sebagian produk. Langkah ini diambil agar tidak seluruh lini harga ikut terkoreksi dan membebani konsumen ritel.

Daftar Lengkap Harga BBM per 1 September 2026

Berikut rincian harga terbaru untuk produk nonsubsidi dan subsidi:

- Pertamina Dex (CN 53): Rp25.200 per liter (naik Rp4.050) - Dexlite (CN 51): Rp23.700 per liter (naik Rp4.000) - Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 per liter (naik Rp1.300) - Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter (tetap) - Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter (tetap) - Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (tetap) - Biosolar: harga bersubsidi, tidak berubah

Yang menarik, pertalite yang menjadi primadona masyarakat menengah ke bawah tetap bertahan di harga Rp10.000. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memastikan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Mengapa Harga Nonsubsidi Bergeming Lebih Lama?

Perbedaan perlakuan ini bukan tanpa alasan. BBM subsidi harganya ditetapkan langsung oleh pemerintah dan disubsidi dari APBN, sehingga cenderung stabil dalam jangka panjang. Sementara itu, produk nonsubsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo dievaluasi setiap bulan mengikuti mekanisme pasar.

Pola pergerakannya pun cukup bisa dibaca. Saat harga minyak mentah dunia melandai, harga BBM nonsubsidi biasanya terkoreksi turun. Sebaliknya, ketika harga minyak menguat atau rupiah melemah terhadap dolar, harga akan merangkak naik. Evaluasi rutin ini umumnya diumumkan setiap tanggal 1 dan besarannya bisa berbeda antarprovinsi karena dipengaruhi tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) masing-masing daerah.

Beban Armada Diesel dan Strategi Menjaga Anggaran

Bagi perusahaan yang mengoperasikan puluhan hingga ratusan unit truk atau bus, kenaikan ini bukan angka kecil. Jika satu armada membutuhkan 50 liter Dexlite per hari, tambahan biaya mencapai Rp200.000 per kendaraan per hari. Dalam sebulan operasional 25 hari, beban tambahan untuk satu unit saja sudah menembus Rp5 juta.

Fluktuasi bulanan yang sulit diprediksi ini membuat perencanaan anggaran bahan bakar menjadi tantangan tersendiri. Pengelola armada dituntut lebih disiplin dalam memantau konsumsi kendaraan. Penerapan telematika atau pencatatan manual yang rapi setidaknya bisa membantu menekan pemborosan dan menjaga arus kas tetap terkendali di tengah ketidakpastian harga.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: lingkar.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top