7 Imbauan BPBD Tidore Hadapi El Niño: Hemat Air, Jangan Bakar Lahan, hingga Aktifkan Patroli Karhutla

Penulis: Dedi Supriadi  •  Selasa, 01 September 2026 | 23:46:31 WIB
Warga melintasi area lahan kering di Kota Tidore Kepulauan, Selasa (1/9/2026), menyusul imbauan BPBD untuk mengantisipasi dampak El Niño.

TIDORE — Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, Selasa (1/9/2026), meminta seluruh lapisan masyarakat melakukan mitigasi sejak dini. Imbauan ini dikeluarkan sebagai respons atas peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang datangnya musim kemarau panjang yang dipicu El Niño.

Menurut Muhammad, dampak paling nyata yang harus diantisipasi adalah menipisnya ketersediaan air bersih serta meningkatnya kerentanan lahan kering terhadap api.

Hemat Air dan Amankan Sumber Air dari Pencemaran

BPBD meminta warga untuk mengubah kebiasaan penggunaan air sehari-hari. Penggunaan air secara bijak dinilai sebagai kunci utama menghadapi masa krisis.

"Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak, memaksimalkan penampungan air, serta menjaga kebersihan dan keamanan sumber-sumber air dari pencemaran," imbaunya dalam keterangan resmi.

Larangan Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Potensi karhutla menjadi perhatian serius kedua. BPBD secara tegas melarang aktivitas membuka lahan atau membersihkan kebun dengan cara dibakar, termasuk membuang sampah sembarangan.

Warga yang kerap beraktivitas di area semak, hutan, atau lahan kering diminta ekstra hati-hati. Membuang puntung rokok dalam kondisi menyala di area tersebut dapat memicu api dengan cepat.

Petani Diminta Ubah Pola Tanam dan Perbaiki Irigasi

Untuk sektor pertanian, BPBD mendorong para petani menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca. Pemilihan komoditas yang tahan terhadap kondisi kering seperti tanaman palawija menjadi rekomendasi utama.

"Perbaikan saluran irigasi juga penting untuk mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian," kata Muhammad.

Aktifkan Siskamling dan Laporkan Titik Api ke RT/RW

Kesiapsiagaan lingkungan juga digenjot. BPBD meminta pengurus RT, RW, dan pemerintah kelurahan menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) untuk melakukan patroli karhutla di titik rawan kebakaran.

Masyarakat diminta segera melapor kepada perangkat RT/RW atau pemerintah desa/kelurahan apabila menemukan titik api, indikasi krisis air, atau dampak kekeringan lainnya. Untuk informasi darurat, BPBD menyiagakan nomor kontak 0813 8274 4481 atas nama Soleman Sangaji.

MHingga Ikhtiar Spiritual: Shalat Istisqa

Selain upaya teknis, BPBD mengajak umat Muslim melaksanakan Shalat Istisqa. Kegiatan ibadah ini dimaknai sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah potensi kekeringan berkepanjangan.

BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan bersama merupakan kunci untuk mengurangi risiko bencana. Dengan langkah antisipasi sejak dini, dampak terburuk El Niño berupa kekeringan dan karhutla di Kota Tidore Kepulauan diharapkan dapat diminimalkan.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top