TOBELO — Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif terhadap sejumlah pendaki yang dilaporkan hilang saat erupsi Gunung Dukono terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (8/5) pagi. Peristiwa ini memicu operasi penyelamatan darurat setelah material vulkanik menyembur dari kawah gunung api tersebut secara tiba-tiba.
Hingga saat ini, petugas masih menyisir area yang terdampak semburan untuk memastikan jumlah pasti pendaki yang belum kembali. Kondisi medan yang terpapar abu vulkanik tebal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan dalam menjangkau titik-titik pendakian.
Pendaki Selamat Berhasil Dievakuasi ke Desa Mamuya
Beberapa pendaki yang berada di lereng gunung saat letusan terjadi dilaporkan berhasil menyelamatkan diri. Tim gabungan telah mengevakuasi mereka menuju titik aman di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Sekretaris Desa Mamuya, Fiktor Dawile, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi terus berjalan sejak informasi hilangnya para pendaki diterima pihak berwenang. Sebagian korban selamat kini sudah berada di desa dan mendapatkan penanganan awal setelah berhasil turun dari kawasan rawan.
“Ia, tadi ada beberapa pendaki sudah dievakuasi oleh Tim Gabungan TNI/Polri, Basarnas, BPBD dengan kami Pemdes setempat,” jelas Fiktor Dawile saat dikonfirmasi awak media, baru-baru ini.
Operasi Penyelamatan Melibatkan Tim Gabungan Lintas Instansi
Pencarian korban hilang ini melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Halmahera Utara, hingga perangkat Desa Mamuya. Tim bergerak menuju titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir para pendaki sebelum erupsi terjadi pada pagi hari tersebut.
Fiktor menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah menjangkau pendaki yang diinfokan masih terjebak di sekitar lokasi kawah Dukono. Koordinasi terus dilakukan antarinstansi guna mempercepat proses penyisiran sebelum kondisi aktivitas vulkanik kembali meningkat.
“Saat ini Tim Gabungan sudah di sekitar Lokasi Dukono, dalam rangka melakukan evakuasi para korban,” ucap Fiktor menambahkan.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Maluku Utara yang rutin mengeluarkan abu vulkanik. Otoritas setempat terus memantau perkembangan aktivitas gunung untuk memastikan keamanan jalur evakuasi bagi tim penyelamat maupun warga yang bermukim di sekitar lereng.