Pencarian

BI dan Pemprov Malut Targetkan 195 Ribu UMKM Go Digital Lewat SERUMBI 2026

Senin, 11 Mei 2026 • 20:21:01 WIB
BI dan Pemprov Malut Targetkan 195 Ribu UMKM Go Digital Lewat SERUMBI 2026
BI dan Pemprov Malut targetkan 195 ribu UMKM Maluku Utara go digital lewat program SERUMBI 2026.

SOFIFI — Angka 195 ribu itu bukan sekadar data. Dari jumlah tersebut, 95 persen di antaranya merupakan usaha mikro yang menyerap 584.988 tenaga kerja. Kepala Perwakilan BI Maluku Utara Handi Susila menegaskan, digitalisasi menjadi solusi utama menjawab tantangan geografis daerah kepulauan.

Kopi Rempah Jadi Andalan Baru Maluku Utara

Handi menyebut kopi rempah memiliki identitas kuat sebagai ciri khas Ternate dan Maluku Utara. “Kenapa kita tidak mencoba dengan kopi rempah? Ini sudah jadi ciri khas Ternate dan Maluku Utara. Di mana-mana kalau mau membahas sesuatu, ayo kita ngopi dulu,” ujarnya.

Selain kopi rempah, BI juga mendorong pengembangan wastra dan batik khas daerah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi SERUMBI 2026 yang berlangsung hingga 13 Mei 2026.

Tiga Fokus Utama: Digitalisasi, Pembiayaan, dan Ekspor

Asisten II Sekda Malut Sri Haryanti Hatari memaparkan tiga fokus utama program ini. Pertama, perluasan akses digital melalui pemanfaatan marketplace dan media sosial. Kedua, penguatan akses pembiayaan dengan bunga 0,01 persen.

Pemprov Malut, atas arahan Gubernur Sherly Laos, telah menyalurkan bantuan modal usaha Rp3 juta hingga Rp15 juta bagi UMKM riil di Sofifi dan Ternate. Ketiga, pengembangan potensi ekspor dengan target produk unggulan bersertifikat berlabel “Made In Maluku Utara”.

“Jangan Sampai Ikan Dikemas di Surabaya”

Sri Haryanti menekankan pentingnya hilirisasi produk lokal. “Jangan sampai ikan kita ditangkap di Malut, dikemas di Surabaya, lalu dijual ke Jepang dengan label ‘Made in Jawa’,” tegasnya.

Pernyataan itu merujuk pada data pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2026 yang mencapai 19,64 persen—tertinggi secara nasional. Namun, sektor tersebut masih didominasi pertambangan.

UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Pasca-Tambang

Sri mengingatkan bahwa tambang memiliki masa berlaku. “Tambang ada masanya dan akan habis. Kalau sektor itu hilang, maka titik pertumbuhan ekonomi ada di pelaku UMKM. Selama masih menghasilkan produk berkualitas, UMKM tidak akan hilang,” tandasnya.

Ia berpesan agar pelaku UMKM menjaga konsistensi kualitas produk, memperbaiki kemasan, dan terus memanfaatkan teknologi digital. “Digitalisasi sekarang bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: halmaheranesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks