Dalam rapat yang membahas kendala distribusi BBM subsidi itu, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar menyebutkan bahwa kondisi di Ternate masih terkendali. "Sampai saat ini Ternate masih biasa-biasa saja. Stok aman, baik Pertalite maupun Biosolar," kata Nasri.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan permintaan solar subsidi terjadi karena selisih harga yang cukup jauh dengan Dexlite. Banyak sopir dan pengguna kendaraan di Ternate yang sebelumnya memakai Dexlite kini beralih ke Biosolar yang lebih murah.
Rapat Hearing Bahas Kendala Distribusi dan Kuota
Rapat yang dihadiri oleh BPH Migas, Pertamina, organisasi angkutan, dan pengelola SPBU itu menjadi forum untuk menyampaikan keluhan para sopir lintas dan pengguna angkutan di beberapa wilayah Maluku Utara. BPH Migas menerima masukan terkait kebutuhan BBM subsidi di provinsi tersebut dan berjanji akan mengkaji penyesuaian kuota.
Sejumlah SPBU di Ternate disebut sudah bersiap menyalurkan solar subsidi untuk membantu kebutuhan masyarakat. Namun, Pemkot Ternate berharap tambahan kuota dari BPH Migas juga dialokasikan ke penyalur di wilayah kota agar pasokan tetap terjaga dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah Pemkot: Usulan Kuota Tambahan ke BPH Migas
Pemerintah Kota Ternate tidak hanya memastikan stok aman, tetapi juga bergerak mengantisipasi potensi kelangkaan. Usulan tambahan kuota BBM subsidi untuk Ternate menjadi salah satu poin yang dibahas dalam rapat tersebut. Langkah ini diambil agar kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat dan sektor transportasi di ibu kota provinsi Maluku Utara itu tidak terganggu.
Dengan adanya kepastian dari Pemkot Ternate dan koordinasi lintas instansi, diharapkan distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut tetap lancar meskipun ada tekanan permintaan akibat peralihan konsumen dari bahan bakar nonsubsidi.