MALUKU UTARA — Pasar Thailand memang punya hubungan spesial dengan Honda City, dan lewat pembaruan ini, pabrikan asal Jepang itu kembali menunjukkan pendekatan yang berbeda. Setelah India mendapatkan facelift serupa untuk sedan, Thailand kebagian varian hatchback dan RS yang tidak dijual di Indonesia. Tapi yang paling menarik bukan ubahan wajahnya, melainkan pergeseran strategi elektrifikasi yang cukup berani.
Mengapa Honda Memilih Jalur Hybrid Penuh untuk City?
Keputusan ini bukan sekadar tren. Honda Thailand hanya menyisakan satu varian non-hibrida, yaitu City S grade dengan mesin turbo 1.0 liter 3-silinder VTEC dan CVT. Sisanya, varian V, SV, dan RS, kini hanya tersedia dalam bentuk e:HEV self-charging hybrid. Ini artinya, konsumen yang ingin City baru di Thailand hampir pasti akan membeli versi hybrid.
Strategi ini kontras dengan pendekatan di banyak negara lain, termasuk Indonesia, di mana varian hybrid masih menjadi opsi premium dan bukan pilihan utama. Dengan menjadikan hybrid sebagai default, Honda Thailand sebenarnya memaksa pasar untuk beradaptasi lebih cepat dengan teknologi elektrifikasi. Apakah langkah ini akan diikuti pasar lain? Masih harus dilihat, tapi sinyalnya sudah jelas.
Perubahan Wajah dan Fitur yang Mengiringi Pergeseran Mesin
Secara visual, City facelift ini mendapatkan wajah baru dengan LED yang lebih tajam dan grille honeycomb yang lebih ramping. RS tetap menjadi varian paling sporty dengan lencana merah khas dan diffuser palsu yang lebih besar di belakang. Untuk pertama kalinya, Honda juga menawarkan warna baru seperti Belzing Red dan Urban Grey pearl untuk trim RS.
Di dalam kabin, ubahan terbesar ada pada layar infotainment 10 inci yang kini menjadi andalan. Fitur-fitur seperti ambient lighting, kamera 360 derajat, wireless charging, dan kaca spion elektrokromik (auto-dimming) ikut melengkapi. Untuk sedan, ada opsi interior abu-abu platinum baru yang eksklusif dipadukan dengan cat eksterior Meteoroid Gray Metallic atau Crystal Black Pearl.
Perbandingan Mesin: Bensin Turbo vs Hybrid e:HEV
Meskipun spesifikasi detail hybrid e:HEV untuk model facelift ini belum dirilis, kita bisa melihat gambaran dari generasi sebelumnya. Mesin turbo 1.0 liter VTEC pada varian S menghasilkan 120 hp (90 kW / 122 PS). Sementara itu, sistem hybrid e:HEV yang menggabungkan mesin 1.5 liter naturally aspirated dengan motor listrik menghasilkan tenaga kombinasi 125 hp (93 kW / 126 PS).
Perbedaan tenaga mungkin tidak terlalu signifikan di atas kertas, tapi karakter pengendaraan dan efisiensi bahan bakar jelas akan berbeda. Sistem hybrid Honda dikenal dengan akselerasi yang lebih responsif di putaran bawah berkat bantuan motor listrik, plus konsumsi BBM yang lebih irit dalam kondisi stop-and-go.
Kapan City Facelift Ini Tersedia?
Honda Thailand saat ini sudah membuka aplikasi minat untuk City facelift. Pemesanan resmi baru akan dibuka pada 1 Juli, dengan pengiriman pertama dijadwalkan pada akhir Agustus. Soal harga, diperkirakan masih berada di kisaran ?599.000 hingga ?829.000 (sekitar Rp 268 juta hingga Rp 371 juta dengan kurs Rp 16.000 per baht).
FAQ: Dua Pertanyaan yang Mungkin Muncul
Apakah Honda City hybrid akan dijual di Indonesia?
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari Honda Prospect Motor mengenai kehadiran City hybrid di Indonesia. Pasar kita masih fokus pada model bensin dan varian RS dengan mesin 1.5 liter yang berbeda dari Thailand.
Apa kelebihan utama City e:HEV dibanding City bensin biasa?
Keunggulan utama sistem e:HEV adalah efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi, terutama di lalu lintas perkotaan, serta akselerasi yang lebih halus dan responsif berkat bantuan motor listrik pada kecepatan rendah hingga menengah.