TERNATE — Kepengurusan baru HIPMI Maluku Utara di bawah komando Abdul Kadir Uswanas langsung memasang target tinggi. Program prioritasnya menciptakan seribu pengusaha muda baru yang tersebar di delapan kabupaten dan dua kota. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka pengangguran dan mendongkrak perekonomian daerah berbasis maritim dan sumber daya alam.
Mengapa Target 1.000 Pengusaha Muda?
Abdul Kadir Uswanas menyebut angka itu bukan sekadar seremonial, melainkan hasil pemetaan potensi ekonomi di setiap daerah. Menurutnya, Maluku Utara memiliki banyak sektor yang belum tergarap maksimal oleh pengusaha lokal, seperti perikanan, pariwisata, dan pertanian pala serta cengkih.
"Kami ingin anak muda Malut tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Banyak peluang yang bisa diambil, mulai dari hilirisasi hasil laut hingga ekonomi kreatif berbasis budaya," ujar Abdul Kadir dalam sambutan perdananya usai terpilih.
Program Unggulan: Dari Inkubasi Bisnis hingga Akses Modal
Untuk mencapai target, HIPMI Malut menyiapkan sejumlah program konkret. Pertama, membentuk inkubator bisnis di setiap kabupaten/kota sebagai pusat pelatihan dan konsultasi usaha. Kedua, menjalin kemitraan dengan perbankan daerah dan lembaga keuangan non-bank untuk mempermudah akses permodalan bagi anggota baru.
Ketiga, HIPMI menggandeng pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran bagi program kewirausahaan pemuda. "Kami tidak bisa jalan sendiri. Kolaborasi dengan Pemda dan dunia usaha adalah kunci," tambah pria yang juga aktif di sektor properti ini.
Siapa Saja yang Bisa Bergabung?
Program ini menyasar pemuda Maluku Utara berusia 17 hingga 35 tahun yang memiliki ide bisnis atau sudah memulai usaha mikro. Pendaftaran dibuka secara bertahap melalui sekretariat HIPMI di masing-masing daerah. Tidak ada batasan modal awal, karena fokus utama adalah pembinaan dan pendampingan.
Abdul Kadir menegaskan pihaknya memprioritaskan anak muda dari keluarga prasejahtera dan lulusan sekolah menengah yang belum bekerja. "Ini bukan program eksklusif. Semua anak muda Malut yang punya kemauan keras, kami siap dampingi," tegasnya.
Bagaimana Respons Pengusaha Lokal?
Kalangan pengusaha senior di Maluku Utara menyambut positif target tersebut. Mereka menilai regenerasi pengusaha sangat penting agar perekonomian daerah tidak stagnan. Beberapa pengusaha hotel dan jasa di Ternate bahkan menyatakan siap menjadi mentor bagi anggota baru HIPMI.
"Kami butuh pengusaha muda yang inovatif. Jangan hanya jadi pedagang, tapi juga mampu mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang bernilai tambah," ujar salah satu pengusaha perikanan yang hadir dalam Musda.
Kapan Program Ini Mulai Berjalan?
Program pendaftaran dan inkubasi direncanakan mulai berjalan pada triwulan pertama tahun 2025. Saat ini, pengurus baru masih melakukan konsolidasi internal dan menyusun kurikulum pelatihan yang sesuai dengan karakteristik usaha di Maluku Utara. Target 1.000 pengusaha baru diharapkan terealisasi dalam dua tahun ke depan.