Pencarian

Uni Eropa Perintahkan Meta Pulihkan Akses Gratis Chatbot AI Pesaing di WhatsApp Business API

Rabu, 10 Juni 2026 • 22:24:32 WIB
Uni Eropa Perintahkan Meta Pulihkan Akses Gratis Chatbot AI Pesaing di WhatsApp Business API
Uni Eropa perintahkan Meta pulihkan akses gratis chatbot AI pesaing di WhatsApp Business API.

Perintah darurat yang dikeluarkan Kamis (kemarin) ini merupakan buntut dari penyelidikan antimonopoli yang dibuka Uni Eropa pada Desember 2025. Saat itu, Meta diam-diam mengubah kebijakan platform WhatsApp untuk memblokir akses chatbot AI pesaing, menjadikan Meta AI sebagai satu-satunya asisten kecerdasan buatan yang bisa beroperasi di dalam aplikasi.

Dari Akses Gratis ke Tarif Berbayar yang Dianggap Sama Saja dengan Larangan

Sebelum perubahan kebijakan pada akhir 2025, ChatGPT, Microsoft Copilot, dan berbagai chatbot AI lainnya bisa menggunakan WhatsApp Business API secara gratis untuk berinteraksi dengan pengguna. Akses ini langsung diputus Meta pada Oktober 2025.

Tekanan dari penyelidikan Komisi Eropa memaksa Meta mundur selangkah. Pada Maret 2026, perusahaan setuju mengembalikan akses ke API bisnis WhatsApp—tetapi dengan tarif berbayar. Namun regulator menilai biaya tersebut "setara dengan larangan akses sebelumnya" dan tidak menyelesaikan masalah persaingan.

Pasar Chatbot AI Bertaruh pada Aturan Ketat Eropa

Komisi Eropa mendasarkan keputusannya pada temuan bahwa WhatsApp telah menikmati "posisi dominan di pasar aplikasi komunikasi konsumen di seluruh Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) setidaknya sejak Januari 2023." Posisi ini, menurut regulator, memberi Meta kekuatan untuk secara sepihak menentukan siapa yang boleh dan tidak boleh bersaing di ekosistem WhatsApp.

"Ada kebutuhan mendesak untuk mencegah risiko kerusakan serius pada struktur persaingan di pasar asisten AI serba guna yang sedang berkembang," demikian pernyataan resmi Komisi Eropa.

Perintah tersebut mewajibkan Meta mengembalikan akses bagi chatbot AI pihak ketiga ke WhatsApp Business API dengan syarat dan ketentuan yang sama seperti sebelum 15 Oktober 2025—ketika akses itu gratis. Kebijakan ini harus dipertahankan sampai Komisi Eropa mengambil keputusan final dalam kasus ini.

Meta Diberi Waktu Lima Hari, Langsung Siap Banding

Meta memiliki waktu lima hari kerja untuk mematuhi perintah interim ini. Jika tidak, perusahaan terancam denda hingga 10% dari pendapatan tahunan globalnya—yang pada 2025 mencapai lebih dari 160 miliar dolar AS.

Namun Meta sudah menyatakan akan melawan. "Komisi Eropa memutuskan bahwa OpenAI dan beberapa perusahaan terbesar di dunia bisa menggunakan produk WhatsApp Business berbayar secara gratis. Ini adalah overreach regulasi yang disubsidi oleh banyak perusahaan Eropa yang benar-benar membayar. Kami akan banding," kata juru bicara Meta kepada Politico.

Bagi pengguna WhatsApp di Indonesia, keputusan ini belum berdampak langsung. Regulasi Uni Eropa hanya berlaku di wilayah EEA. Namun langkah Komisi Eropa bisa menjadi preseden bagi otoritas persaingan usaha di negara lain—termasuk Indonesia—untuk meninjau praktik serupa di platform digital dominan.

Bagikan
Sumber: thurrott.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks