LABUHA — Penambahan daya listrik di Bandara Oesman Sadik resmi rampung setelah PLN UP3 Ternate melalui ULP Bacan berhasil melakukan energize pada Senin (22/6/2026). Kapasitas yang semula hanya 41,5 kVA kini melonjak menjadi 147 kVA, menjadikan bandara ini lebih siap mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas udara yang terus meningkat di kawasan tersebut.
Apa Dampak Langsung Peningkatan Daya bagi Penumpang dan Maskapai?
Dengan daya listrik yang lebih besar, sistem penerangan landasan pacu dan terminal penumpang kini dapat beroperasi lebih optimal. Peralatan penunjang operasional seperti boarding bridge, konveyor bagasi, dan sistem informasi penerbangan juga tidak lagi bergantung pada generator cadangan saat beban puncak. Hal ini secara langsung mengurangi risiko keterlambatan atau pembatalan penerbangan akibat gangguan teknis kelistrikan.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menegaskan bahwa bandara merupakan infrastruktur vital yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi barang. "PLN berkomitmen memastikan kebutuhan listrik pada infrastruktur strategis dapat terpenuhi secara andal sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Mengapa Bandara Oesman Sadik Butuh Daya Listrik Lebih Besar?
Bandara Oesman Sadik merupakan satu-satunya pintu gerbang udara di Halmahera Selatan yang melayani rute domestik ke Ternate dan beberapa kota lain di Maluku Utara. Aktivitas penerbangan yang terus bertambah, terutama untuk mobilitas pegawai pemerintahan, pelaku usaha, dan wisatawan, menuntut keandalan pasokan listrik yang stabil.
Manager UP3 Ternate, Mufid Arianto, menjelaskan bahwa penambahan daya ini bukan sekadar menambah kapasitas, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan masa depan. "Kami terus memastikan kebutuhan listrik pelanggan strategis dapat terpenuhi secara andal agar aktivitas pelayanan, mobilitas masyarakat, dan pengembangan ekonomi daerah dapat berjalan optimal," kata Mufid.
Bagaimana Respons Pengelola Bandara terhadap Langkah PLN?
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Oesman Sadik, Muhammad Hariddin, menyambut baik realisasi proyek ini. Ia menyebut bahwa keandalan listrik menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa transportasi udara.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungan dan pelayanan yang diberikan. Dengan peningkatan daya ini, operasional bandara menjadi lebih andal sehingga kami dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara," ungkap Hariddin.
Apa Dampak bagi Ekonomi Halmahera Selatan?
Ketersediaan pasokan listrik yang memadai di bandara diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Distribusi barang dan jasa dari dan ke Halmahera Selatan menjadi lebih lancar, sementara sektor pariwisata di kawasan seperti Kepulauan Sula dan Obi juga ikut terdorong. Dengan infrastruktur bandara yang lebih andal, iklim investasi di daerah pun semakin kompetitif.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi PLN sebagai penyedia energi yang mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Ke depan, PLN berkomitmen terus menghadirkan layanan terbaik bagi sektor-sektor strategis di Maluku Utara.