MALUKU UTARA — Keputusan Ferrari mengganti kepala pemasaran di tengah sorotan publik terhadap model terbarunya jelas bukan kebetulan. Dilansir dari Electrek, Ferrari menyebut Galliera meninggalkan perusahaan untuk memulai babak baru dalam kariernya. Namun waktu pengumuman yang berdekatan dengan debut Luce memicu spekulasi kuat di kalangan analis dan pengamat industri.
Desain Eksterior Jadi Pusat Perdebatan
Saat diperkenalkan secara penuh di Roma, perhatian publik hampir sepenuhnya tertuju pada desain eksterior Luce. Berbagai komentar hingga meme bermunculan di media sosial, termasuk pertanyaan klasik soal bagaimana reaksi Enzo Ferrari jika melihat model tersebut.
Kondisi ini membuat narasi peluncuran bergeser drastis. Alih-alih membahas teknologi dan pengalaman berkendara, publik justru sibuk memperdebatkan tampilan luar mobil. Padahal Ferrari sudah lebih dulu memperkenalkan nama Luce dan desain interior hasil kolaborasi dengan Jony Ive pada Februari lalu. Spesifikasi utama seperti tenaga lebih dari 1.000 hp dan jarak tempuh sekitar 530 kilometer juga sudah diumumkan jauh-jauh hari.
Saham Terkoreksi 8 Persen dalam Sehari
Dampak dari perdebatan desain ini tidak main-main. Saham Ferrari tercatat turun sekitar 8 persen dalam satu hari setelah peluncuran. Angka tersebut menjadi sinyal paling keras dari pasar bahwa strategi pemasaran yang dijalankan tidak sesuai harapan.
Menurut pengamat, salah satu kesalahan terbesar Ferrari adalah tidak memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk mengemudikan Luce saat acara peluncuran. Akibatnya, klaim mengenai sensasi berkendara khas Ferrari harus diterima tanpa pembuktian langsung. Padahal pesan utama yang ingin dibangun adalah bahwa Luce bukan sekadar mobil listrik, melainkan tetap sebuah Ferrari sejati.
Strategi Elektrifikasi Belum Berubah
Meski terjadi perombakan di jajaran pemasaran, arah elektrifikasi Ferrari dinilai belum berubah. CEO Benedetto Vigna yang direkrut setelah 26 tahun berkarier di industri semikonduktor melalui STMicroelectronics masih tetap memimpin perusahaan. Ia menjadi sosok utama di balik strategi elektrifikasi Ferrari selama ini.
Karena itu, pergantian pimpinan pemasaran lebih dimaknai sebagai evaluasi terhadap cara produk diperkenalkan ke pasar, bukan perubahan haluan bisnis. Peluncuran Luce menjadi pelajaran berharga bagi Ferrari: ketika menjual emosi berkendara, pengalaman mengemudi adalah elemen yang tidak bisa ditunda atau digantikan oleh klaim di atas kertas.