MALUKU UTARA — Berbeda dengan aksi korporasi pada umumnya, pencatatan di Hong Kong ini tidak menambah jumlah saham beredar. EMAS menerbitkan HDR yang didukung oleh saham yang sudah diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, tidak ada dilusi atau pengenceran kepemilikan bagi pemegang saham eksisting di dalam negeri.
Harga penawaran instrumen ini ditetapkan sebesar HK$26,60 per HDR, dengan satuan perdagangan 100 HDR per lot. Sesi perdagangan perdana dibuka pada pukul 09.30 waktu Hong Kong atau pukul 08.30 WIB.
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menegaskan bahwa struktur ini dirancang untuk memperluas basis investor internasional tanpa mengubah modal ditempatkan perseroan. "Transaksi ini juga membuka akses yang lebih luas bagi investor internasional untuk memperoleh eksposur terhadap salah satu aset pertumbuhan emas paling signifikan di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi.
Investor Kelas Dunia Ikut Andil, dari Glencore hingga Ping An
Antusiasme pasar global terhadap saham EMAS terlihat dari deretan investor kawakan yang ikut serta dalam penawaran ini. Mereka adalah investor utama atau cornerstone investors yang terdiri dari raksasa industri strategis hingga institusi keuangan global.
Di jajaran investor strategis, terdapat nama Wanguo Gold Group Limited, CNGR Hong Kong, serta perusahaan perdagangan komoditas seperti Mercuria, Trafigura, Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited milik JCHX Mining. Sementara itu, dari sektor keuangan, nama-nama seperti Ping An of China Asset Management, GF Fund Management, ORIX, Dymon Asia, dan Wind Sabre Fund ikut meramaikan.
Partisipasi para investor ini menjadi sinyal kepercayaan yang kuat terhadap kualitas Tambang Emas Pani yang dioperasikan EMAS. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Memperkuat Posisi Tambang Emas Pani di Mata Global
Pencatatan ini bukan sekadar seremoni. Bagi EMAS, langkah ini menjadi strategi jitu untuk meningkatkan visibilitas di mata investor asing yang selama ini mungkin belum familiar dengan saham di bursa Indonesia. Dengan tercatat di Hong Kong, saham EMAS kini bisa diperdagangkan dalam jam bursa yang berbeda dan menjangkau basis investor yang lebih luas di Asia.
Boyke menambahkan bahwa pencatatan ini adalah tonggak bersejarah bagi perseroan sekaligus momentum penting bagi pasar modal Indonesia. "Kami percaya pencatatan ini akan memperkuat visibilitas global, dan mendukung fase pertumbuhan berikutnya bagi MGR," jelasnya.
Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas sumber daya alam Indonesia, khususnya emas, mampu bersaing dan dipercaya oleh investor global. Tambang Emas Pani yang menjadi andalan EMAS pun kini memiliki panggung yang lebih besar untuk menunjukkan potensinya.