MALUKU UTARA — Kenaikan valuasi CREC yang nyaris 50% dalam satu tahun membuktikan bahwa langkah Pertamina NRE masuk sebagai investor strategis tidak sekadar mengejar prospek jangka panjang. Dividen yang sudah diterima menjadi sinyal bahwa investasi ini juga memberikan imbal balik finansial langsung bagi perusahaan pelat merah tersebut.
“Pembagian dividen dari CREC dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi yang kami lakukan tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah memberikan manfaat finansial yang nyata,” ujar Sri Nur Hidayati, Corporate Secretary Pertamina NRE, dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (29/6).
Kinerja CREC dan Strategi Energi Surya di Asia Tenggara
CREC saat ini mengelola pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas lebih dari 1.200 MWdc, menjadikannya salah satu pengembang energi surya terbesar di Filipina. Bagi Pertamina NRE, aset ini menjadi pilar penting dalam portofolio energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
Pertamina NRE tidak hanya menjadi pemegang saham pasif. Perusahaan terus memonitor eksekusi strategi jangka pendek dan panjang CREC untuk memastikan optimalisasi nilai investasi. Langkah ini sejalan dengan prinsip tata kelola yang ketat sebelum dan sesudah penanaman modal.
Return on Investment 43,4% dan Potensi Ekspor Panel Surya
Direktur CREC, Eri Reksoprojo, menyebut hubungan kedua perusahaan bersifat saling menguntungkan. Ia mencatat capaian return on investment (ROI) sebesar 43,4% sebagai hasil dari investasi yang dilakukan secara disiplin dan akuntabel. “Perolehan dividen dan capaian ROI 43,4% yang menggembirakan ini merupakan cerminan dari sebuah inisiatif investasi yang dilakukan secara disiplin, akuntabel, dan mengedepankan fundamental bisnis yang baik,” kata Eri.
Dukungan juga datang dari Danantara Investment Management. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menilai investasi ini memiliki nilai strategis jangka panjang, bukan sekadar penciptaan nilai. “Ada potensi cross selling di antara kedua negara tetangga dan bagian dari ASEAN, seperti ekspor produk panel surya produksi anak perusahaan PNRE, transfer teknologi, dan penempatan tenaga kerja Indonesia di industri energi terbarukan yang berkembang baik di Filipina,” ujar Pandu.
Langkah Selanjutnya: Value Creation dan Kolaborasi Regional
Ke depan, Pertamina NRE akan terus memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada penciptaan nilai. Kemitraan dengan CREC membuka peluang kolaborasi pengembangan proyek energi terbarukan, transfer pengetahuan, serta penguatan kompetensi yang mendukung percepatan transisi energi nasional.
Akuisisi 20% saham CREC menjadi salah satu tonggak strategis Pertamina NRE dalam membangun portofolio energi baru dan terbarukan yang kompetitif di tingkat regional. Dengan valuasi yang terus meroket dan dividen yang sudah mengalir, langkah ini menjadi bukti bahwa investasi BUMN di sektor energi bersih lintas batas bisa berjalan seiring dengan keuntungan finansial yang nyata.