MOROTAI — Selisih 108 poin menjadi bukti kesenjangan kelas antara kedua tim di laga pembuka cabang basket putri Popda XII. Ternate tampil tanpa ampun sejak kuarter pertama, sementara pertahanan Tidore tak mampu membendung serangan cepat yang dibangun Della Pricilia dan kawan-kawan.
Strategi Kolektif yang Berbuah Manis
Pelatih Ternate, Seza Syahrian Zeinsal, menegaskan kemenangan ini bukan sekadar soal individu pemain. "Tim bermain sesuai dengan game plan yang sudah kami siapkan. Anak-anak bermain secara kolektif dan mengandalkan perputaran bola yang baik, sehingga kami bisa menghasilkan poin yang besar," ujarnya usai pertandingan.
Permainan transisi yang cepat dan rotasi bola yang rapi membuat pertahanan Tidore kewalahan sejak menit awal. Ternate terus menekan di setiap kuarter, sementara lawan hanya mampu mencetak lima angka sepanjang laga.
Rotasi Pemain: Menyimpan Energi untuk Laga Berikutnya
Meski menang telak, Seza mengaku timnya tidak ingin cepat berpuas diri. Ia justru mengungkapkan bahwa skuadnya sengaja tidak menurunkan kekuatan penuh. "Kami masih menyimpan beberapa pemain kami untuk game berikutnya melawan Halmahera Utara putri," ungkapnya.
Strategi rotasi ini dilakukan untuk menjaga kondisi fisik pemain inti. Seza menyebut ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama dari sisi pertahanan dan pola serangan, agar permainan bisa berjalan lebih rapi lagi pada laga-laga selanjutnya.
Modal Positif Menuju Perebutan Medali Emas
Kemenangan perdana ini menjadi modal besar bagi Ternate untuk bersaing di papan atas Popda XII. Jika kembali meraih hasil positif saat menghadapi Halmahera Utara, peluang tim putri Kota Ternate untuk melangkah lebih jauh sekaligus bersaing dalam perebutan medali emas akan semakin terbuka.