TERMATE — Manajemen RSUD dr. H. Chasan Boesoirie tidak sekadar memperkenalkan tata ruang kantor kepada pegawai baru. Dalam orientasi dua hari yang digelar awal Juli ini, mereka dibekali materi krusial mulai dari Bantuan Hidup Dasar (BHD) hingga Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Empat Materi Inti yang Wajib Dikuasai
Seluruh pegawai baru mendapatkan materi Pengelolaan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), PPI, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta BHD. Keempat modul ini merupakan kompetensi dasar yang harus diimplementasikan di unit kerja masing-masing, bukan sekadar formalitas akreditasi.
Direktur: Kompetensi Teknis Saja Tak Cukup
Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes, menekankan bahwa orientasi ini adalah langkah awal menyamakan visi dan budaya kerja. Menurutnya, rumah sakit adalah ruang kolaborasi lintas profesi yang menuntut tanggung jawab bersama.
“Kompetensi teknis saja belum cukup untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Setiap tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung harus memiliki pemahaman yang sama mengenai etika profesi, sistem manajemen rumah sakit, serta pentingnya keselamatan pasien,” ujar Rosita saat membuka kegiatan.
Yang Paling Diingat Pasien Bukan Obat, Tapi Cara Dilayani
Rosita mengingatkan bahwa masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan memperoleh pertolongan. Pelayanan harus profesional, cepat, tepat, ramah, dan penuh empati. Ia menambahkan, yang sering dikenang pasien bukan hanya keberhasilan pengobatan, melainkan bagaimana mereka diperlakukan selama dirawat.
“Masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan memperoleh pertolongan. Karena itu, pelayanan harus profesional, cepat, tepat, ramah, dan penuh empati,” tambahnya.
Target: Agen Perubahan di Unit Kerja
Melalui orientasi ini, manajemen berharap para pegawai baru menjadi agen perubahan yang menumbuhkan budaya disiplin, saling menghormati, dan konsisten mengutamakan keselamatan pasien. RSUD Chasan Boesoirie menargetkan layanan yang aman dan profesional bagi seluruh warga Maluku Utara.