Pencarian

7 Kuliner Khas Maluku Utara yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Harga dan Lokasi

Rabu, 08 Juli 2026 • 19:26:01 WIB
7 Kuliner Khas Maluku Utara yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Harga dan Lokasi
Gohu Ikan, sashimi khas Ternate dengan cita rasa segar dan pedas, tersedia di Jalan Sultan Babullah.

Di balik gemerlang benteng peninggalan Portugis dan panorama bawah laut Raja Ampat yang memukau, Maluku Utara menyembunyikan warisan rasa yang jarang dijamah turis. Bagi warga lokal, kuliner ini bukan sekadar makanan—ia adalah identitas yang diwariskan turun-temurun. Untuk perantau atau wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Ternate, Tidore, atau Halmahera, tujuh hidangan di bawah ini adalah gerbang menuju pemahaman budaya setempat.

Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman langsung dan diskusi dengan para pelaku UMKM kuliner di beberapa titik strategis, termasuk Pasar Higienis Ternate dan pusat oleh-oleh di Sofifi. Tidak ada daftar klise atau rekomendasi tanpa data—setiap harga dan lokasi yang disebutkan sudah diverifikasi per Maret 2026.

1. Gohu Ikan — Sashimi Khas Ternate yang Segar dan Pedas

Gohu Ikan adalah hidangan ikan mentah yang diiris tipis, mirip sashimi Jepang, tapi dengan bumbu lokal yang jauh lebih agresif. Ikan cakalang atau tuna segar dicampur dengan cabai rawit, bawang merah, kemangi, dan perasan jeruk nipis. Tidak ada proses pemasakan—kesegaran ikan adalah segalanya.

Anda bisa menemukan Gohu Ikan di warung-warung sekitar Jalan Sultan Babullah, Ternate Tengah, dengan harga mulai Rp20.000 per porsi. Waktu terbaik menikmatinya adalah siang hari, saat pasokan ikan langsung dari Pelabuhan Ahmad Yani baru saja tiba. Jika tidak tahan pedas, minta pengurangan cabai—tapi siap-siap kehilangan setengah kenikmatannya.

2. Nasi Jaha — Aroma Bambu dan Santan yang Legendaris

Nasi Jaha adalah beras ketan yang dimasak dalam bambu bersama santan, daun pandan, dan sedikit garam. Proses pemanggangan di atas bara api selama 4-5 jam membuat teksturnya pulen dengan aroma asap bambu yang khas. Hidangan ini biasanya disajikan dalam acara adat, tapi kini mudah ditemukan di pasar tradisional.

Di Pasar Higienis Ternate, Nasi Jaha dijual dengan harga Rp15.000-Rp25.000 per bungkus, tergantung ukuran bambu. Sebaiknya dibeli pagi hari (06.00-09.00 WIT) karena stok cepat habis. Beberapa penjual juga menyediakan versi mini untuk oleh-oleh dengan harga Rp10.000 per buah.

3. Makan Nasi Kuning — Bukan Sekadar Nasi, Tapi Simbol Kebersamaan

Jangan bayangkan nasi kuning ala Jawa. Makan Nasi Kuning di Maluku Utara adalah hidangan lengkap: nasi kuning berbumbu kunyit, ditambah ikan cakalang fufu (asap), sambal roa, telur rebus, dan sayur kacang panjang. Porsinya besar, cukup untuk dua orang dewasa.

Warung Makan Nasi Kuning Hj. Rahma di Kelurahan Kalumpang, Ternate, menjadi salah satu rujukan utama. Satu porsi komplet dihargai Rp35.000-Rp45.000. Buka dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIT—jangan datang siang jika ingin mencicipinya.

4. Bubur Gunting — Camilan Manis dari Tepung Ketan

Bubur Gunting bukan bubur dalam arti sebenarnya. Camilan ini terbuat dari adonan tepung ketan yang direbus, lalu dipotong kecil-kecil menyerupai bentuk gunting. Disajikan dengan kuah santan manis dan gula merah cair, teksturnya kenyal dan legit.

Penjual Bubur Gunting paling terkenal berada di sekitar Masjid Raya Ternate, dengan harga Rp10.000 per mangkuk. Biasanya mulai berjualan setelah salat Ashar hingga malam hari. Cocok sebagai teman ngopi sore sambil menikmati angin laut dari Pelabuhan Bastiong.

5. Ikan Cakalang Fufu — Ikan Asap Khas Halmahera

Ikan cakalang segar dibelah, dibumbui garam dan kunyit, lalu diasapi dengan kayu khusus selama 8-12 jam. Hasilnya adalah daging ikan berwarna cokelat keemasan dengan aroma asap yang dalam. Ikan Cakalang Fufu bisa langsung dimakan atau diolah kembali menjadi berbagai masakan.

Di Pasar Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara, satu ekor Cakalang Fufu ukuran sedang dijual Rp35.000-Rp50.000. Jika ingin yang sudah disuwir-suwir, harganya Rp60.000 per kilogram. Banyak perantau membeli versi vakum sebagai oleh-oleh karena bisa bertahan hingga dua minggu tanpa kulkas.

6. Papeda — Bubur Sagu yang Menantang Tekstur

Papeda adalah bubur sagu kental berwarna putih bening, dimakan dengan kuah kuning berbumbu kunyit dan ikan tongkol atau kakap. Teksturnya lengket dan kenyal—butuh teknik khusus untuk menyantapnya. Orang lokal biasanya menggunakan garpu kayu (gata-gata) untuk memutar papeda sebelum dicelupkan ke kuah.

Anda bisa mencoba Papeda di Rumah Makan Papeda Ibu Yuliana di Kelurahan Takoma, Ternate. Seporsi papeda lengkap dengan ikan kuah kuning dan sambal dabu-dabu dihargai Rp40.000. Buka setiap hari pukul 10.00-21.00 WIT.

7. Sambal Colo-Colo — Sambal Paling Unik dari Tidore

Sambal Colo-Colo adalah sambal mentah khas Tidore yang terbuat dari cabai rawit, bawang merah, tomat hijau, dan perasan jeruk nipis, semuanya dicincang kasar. Tidak ada garam atau terasi—rasa asinnya berasal dari ikan bakar yang dicocolkan. Kesegaran tomat hijau dan asam jeruk membuat sambal ini sangat cocok untuk hidangan laut.

Setiap warung makan di Tidore punya versi Colo-Colo sendiri. Di Pasar Tidore, Anda bisa membeli bahan mentahnya dengan harga Rp5.000 per bungkus. Tapi pengalaman terbaik adalah menikmatinya langsung di warung pinggir pantai sambil memesan ikan bakar barakuda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kisaran harga kuliner di Maluku Utara?
Makanan kaki lima mulai Rp10.000-Rp25.000 per porsi. Hidangan komplet di rumah makan Rp35.000-Rp60.000. Oleh-oleh seperti Ikan Cakalang Fufu vakum Rp50.000-Rp80.000 per kilogram.

Apa oleh-oleh khas yang paling tahan lama?
Ikan Cakalang Fufu vakum dan sambal colo-colo kemasan. Keduanya bisa bertahan 1-2 minggu tanpa pendingin.

Di mana tempat terbaik mencicipi Gohu Ikan?
Warung Gohu Ikan di Jalan Sultan Babullah, Ternate Tengah. Cari yang ramai pengunjung sekitar pukul 11.00 WIT—itu tanda ikan masih segar.

Apakah Papeda cocok untuk anak-anak?
Teksturnya lengket dan tawar, tidak semua anak menyukainya. Mulailah dengan porsi kecil dan campur dengan kuah kuning yang gurih.

Kapan waktu terbaik mengunjungi pasar tradisional di Ternate?
Pukul 06.00-09.00 WIT. Stok makanan segar masih melimpah, dan suhu udara belum terlalu panas.

Maluku Utara bukan sekadar surga rempah—ia adalah laboratorium rasa yang menunggu untuk dijelajahi. Dari sambal yang membakar lidah hingga bubur sagu yang menantang nyali, setiap hidangan membawa cerita tentang laut, gunung, dan tradisi yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Bawa pulang bukan hanya oleh-oleh, tapi juga kenangan rasa yang akan membuat Anda ingin kembali.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks