Pencarian

Open Newsroom Bahalo Project di Ternate: Warga, Akademisi, dan Jurnalis Petakan Isu Kampung yang Luput dari Liputan Media

Selasa, 14 Juli 2026 • 18:19:01 WIB
Open Newsroom Bahalo Project di Ternate: Warga, Akademisi, dan Jurnalis Petakan Isu Kampung yang Luput dari Liputan Media
Warga, akademisi, dan jurnalis berdiskusi dalam forum Open Newsroom Bahalo Project di Ternate untuk memetakan isu kampung yang jarang diliput media.

TERNATE — Bahalo Project, media independen berbasis di Maluku Utara, menggelar Open Newsroom di Kantor Yayasan Salawaku, Ternate Utara, pada Sabtu (11/7/2026). Forum bertajuk “Jalan Jurnalisme Publik: Apa yang Sedang Terjadi di Kampung, Tetapi Luput Diliput?” ini mempertemukan organisasi masyarakat sipil, akademisi, jurnalis, dan warga untuk memetakan persoalan publik yang selama ini jarang tersentuh pemberitaan. Dari diskusi itu, Bahalo Project menargetkan 5–10 agenda liputan prioritas untuk periode Juli hingga Desember 2026.

Bukan Sekadar Peristiwa, Tapi Konteks di Baliknya

Pimpinan Redaksi Bahalo Project, Rabul Sawal, mengatakan banyak persoalan penting di tingkat kampung tidak pernah menjadi perhatian media. Liputan, menurut dia, sering berpusat pada peristiwa besar, pernyataan pejabat, atau agenda formal semata.

“Open Newsroom menjadi mekanisme untuk mendengar, memverifikasi, dan menentukan isu-isu yang memiliki kepentingan publik,” ujar Rabul dalam rilisnya, Senin (13/7/2026).

Ia mencontohkan, Maluku Utara saat ini tengah menghadapi perubahan cepat. Ekspansi industri pertambangan nikel, pembangunan kawasan industri, perubahan tata ruang, hingga meningkatnya investasi membawa konsekuensi langsung bagi kehidupan masyarakat di pesisir, pulau-pulau kecil, wilayah adat, dan kawasan perkotaan.

Konflik Agraria hingga Krisis Air Bersih: Apa yang Disuarakan Warga?

Dalam forum tersebut, peserta membagikan persoalan yang berkembang di wilayah masing-masing. Mulai dari konflik agraria, pencemaran lingkungan, krisis air bersih, hingga perlindungan masyarakat adat menjadi topik yang mengemuka.

Hilangnya ruang hidup nelayan, perubahan sosial-budaya, pendidikan, dan kesehatan juga dibahas. Tak hanya itu, praktik baik masyarakat dalam menjaga ruang hidup mereka turut menjadi wacana yang diseriusi untuk diangkat ke permukaan.

“Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemetaan isu berdasarkan tema, wilayah, tingkat urgensi, serta potensi pengembangan menjadi liputan investigasi, feature, serial multimedia, maupun liputan berbasis data,” jelas Rabul.

Verifikasi Jadi Kunci Sebelum Isu Masuk Meja Redaksi

Mahmud Ichi, fasilitator kegiatan yang juga jurnalis senior, menekankan bahwa agenda itu tidak sekadar menjadi ajang curah pendapat. Peserta didorong untuk tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga menjelaskan konteks, aktor yang terlibat, data awal, serta kemungkinan sumber informasi.

“Usulan isu dapat ditindaklanjuti melalui proses verifikasi jurnalistik,” kata Mahmud.

Forum ini juga menghasilkan pemetaan awal jaringan narasumber, komunitas, organisasi, akademisi, dan sumber data yang dapat memperkuat proses peliputan ke depan. Bahalo Project, menurut Mahmud, akan melakukan verifikasi terhadap setiap usulan sebelum menetapkannya sebagai agenda editorial.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Jurnalisme yang Berpihak

Open Newsroom Bahalo Project diselenggarakan berkolaborasi dengan Perkumpulan Fakawele dan Yayasan Salawaku. Peserta hadir dari berbagai organisasi masyarakat sipil, komunitas, lembaga jurnalis, media, akademisi, dan warga dari wilayah terdampak di Maluku Utara, baik secara luring maupun daring.

“Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan liputan yang lebih relevan dengan kebutuhan publik, memperkuat akuntabilitas media, serta menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkas Mahmud.

Bahalo Project, dengan tagline “Yang Terancam Hilang”, berfokus pada jurnalisme investigasi, laporan mendalam, dan cerita-cerita mengenai masyarakat, lingkungan, serta kelompok yang selama ini kurang mendapatkan ruang dalam pemberitaan arus utama.

Bagikan
Sumber: halmaheranesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks