Pencarian

Ghetto Kids Tampil di Final Piala Dunia 2026, Perjalanan dari Gang Kampala ke Panggung Duet dengan Shakira

Senin, 20 Juli 2026 • 06:42:01 WIB
Ghetto Kids Tampil di Final Piala Dunia 2026, Perjalanan dari Gang Kampala ke Panggung Duet dengan Shakira
Ghetto Kids, kelompok penari cilik asal Uganda, bersiap tampil di panggung paruh waktu Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife.

MALUKU UTARAFinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina pada Senin (20/7/2026) WIB tidak hanya menyajikan duel dua raksasa sepak bola. Di sela pertandingan, panggung paruh waktu akan diisi oleh deretan musisi kelas dunia. Namun, nama yang paling menarik perhatian justru datang dari kelompok penari cilik asal Uganda: Ghetto Kids.

Dari Video "Sitya Loss" ke Panggung Global

Perjalanan mereka dimulai dari nol. Bertahun-tahun lalu, anak-anak ini hanya mengandalkan irama dan semangat di sudut-sudut Kota Kampala, tanpa panggung megah atau sorot lampu. Mereka hanya memiliki harapan bahwa dunia suatu hari akan melihat bakat mereka.

Harapan itu mulai menjadi nyata saat video-video tarian sederhana mereka menarik perhatian publik. Puncaknya terjadi pada 2014 ketika Ghetto Kids tampil dalam video musik "Sitya Loss" milik musisi Uganda, Eddy Kenzo. Momen itu menjadi titik balik yang membawa mereka keluar dari jalanan.

Bukan Sekadar Penampilan, Tapi Akhir Sebuah Perjalanan

Bagi Ghetto Kids, tampil di final Piala Dunia bukanlah sekadar panggung hiburan biasa. "Momen itu adalah akhir dari perjalanan panjang yang dimulai dari gang-gang sempit di Kampala, dan sekaligus awal dari mimpi baru yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya," tulis laporan yang diterima redaksi.

Kini, mereka akan berbagi panggung dengan nama-nama besar seperti Shakira, Burna Boy, Madonna, Justin Bieber, dan BTS. Sorotan lampu Stadion MetLife yang menyinari jutaan pasang mata akan menjadi saksi bisu transformasi mereka dari anak jalanan menjadi bintang global.

Mimpi yang Terus Tumbuh

Kisah Ghetto Kids adalah bukti bahwa bakat dan ketekunan bisa mengalahkan keterbatasan. Tanpa jaminan masa depan, mereka hanya memiliki ritme dan semangat. Kini, panggung Piala Dunia menjadi bukti bahwa harapan yang mereka simpan sejak bertahun-tahun lalu perlahan berubah menjadi kenyataan.

Penampilan mereka di final nanti bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi simbol perjuangan bagi ribuan anak lain di jalanan Afrika yang masih bermimpi.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sports.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks