MALUKU UTARA — Memasuki paruh kedua 2025, Telkomsel menunjukkan momentum pemulihan yang lebih solid. EBITDA perusahaan naik 5,4 persen secara kuartalan, sementara jumlah pelanggan terkonsolidasi mencapai 156,1 juta orang.
Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) juga meningkat menjadi Rp45 ribu per bulan. Angka ini mencerminkan perbaikan produktivitas pelanggan, seiring dengan strategi penyederhanaan produk dan penyesuaian harga yang mulai diterapkan sejak awal tahun.
Salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah layanan fixed broadband. Telkomsel mencatatkan penambahan pelanggan yang signifikan, sehingga total basis pelanggan fixed broadband kini melampaui 10 juta.
Layanan konvergensi—yang menggabungkan internet rumah dan seluler—juga menunjukkan penetrasi sekitar 59 persen. Artinya, hampir enam dari sepuluh pelanggan Telkomsel sudah menggunakan layanan terintegrasi, sebuah tren yang memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia ekosistem digital rumah tangga.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Dominasi layanan digital juga terlihat dari pertumbuhan traffic data sebesar 15 persen secara tahunan. Ini menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat Indonesia akan konektivitas dan layanan berbasis internet terus meningkat.
Ke depan, Telkomsel akan memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler. Perusahaan mengandalkan pengembangan broadband, kecerdasan buatan (AI), dan integrasi ekosistem digital untuk mendorong transformasi digital nasional.
Dengan basis pelanggan yang lebih produktif dan portofolio layanan yang semakin relevan, Telkomsel optimistis dapat mempertahankan laju pertumbuhan di tengah persaingan industri telekomunikasi yang kian ketat.