TERNATE — Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara memulai penyaluran ribuan paket sembako bagi warga kurang mampu di berbagai kabupaten dan kota. Program ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi pada momen keagamaan.
Paket sembako yang dibagikan berisi bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. Sasaran penerima adalah keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dinsos Maluku Utara menyiapkan ribuan paket sembako untuk didistribusikan secara bertahap. Jumlah pastinya disesuaikan dengan alokasi anggaran dan data penerima manfaat di setiap daerah.
Penyaluran difokuskan pada wilayah dengan konsentrasi warga kurang mampu tertinggi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.
Penerima bantuan adalah warga yang sudah terdaftar dalam DTKS. Mereka yang masuk kategori miskin dan rentan miskin menjadi prioritas utama.
Dinsos juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan data penerima tepat sasaran. Validasi data dilakukan untuk menghindari duplikasi dan penyaluran ganda.
Pembagian paket sembako sudah mulai dilakukan dalam beberapa pekan terakhir. Proses distribusi akan terus berlangsung hingga mendekati bulan Ramadan.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh paket tersalurkan sebelum lonjakan harga kebutuhan pokok terjadi. Langkah antisipatif ini diambil berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Selain pembagian sembako, pemerintah Maluku Utara juga menggencarkan operasi pasar murah di sejumlah titik. Program ini menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah pasar.
Dinsos juga membuka posko pengaduan bagi warga yang merasa berhak namun belum menerima bantuan. Posko ini berfungsi sebagai kanal verifikasi data di lapangan.
Tidak. Bantuan didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara, tidak terbatas di Ternate sebagai ibu kota provinsi. Distribusi disesuaikan dengan data penerima manfaat di masing-masing daerah.
Warga dapat mengecek status melalui perangkat desa atau kelurahan setempat. Data penerima bantuan juga bisa diakses melalui aplikasi DTKS yang dikelola oleh Dinsos setempat.
Pembagian dilakukan secara bertahap. Warga diimbau untuk memantau informasi dari pemerintah desa atau kelurahan masing-masing mengenai jadwal distribusi di wilayahnya.