Pencarian

Gunung Ibu Halmahera Barat Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 3,5 Kilometer

Minggu, 10 Mei 2026 • 22:47:01 WIB
Gunung Ibu Halmahera Barat Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 3,5 Kilometer
Gunung Ibu di Halmahera Barat mengalami erupsi pada Minggu malam dengan status waspada Level II.

JAILOLOGunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi pada Minggu (10/5/2026). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut tercatat terjadi tepat pada pukul 18.20 WIT.

Meskipun terjadi erupsi, petugas di pos pengamatan melaporkan bahwa tinggi kolom abu tidak teramati secara visual. Namun, aktivitas bawah permukaan terekam jelas melalui perangkat deteksi dini yang dipasang di sekitar gunung api tersebut.

Detail Teknis Erupsi dan Status Waspada

PVMBG mengonfirmasi bahwa getaran akibat erupsi ini terekam di seismogram dengan intensitas yang cukup signifikan. Amplitudo maksimum tercatat mencapai 28 mm dengan durasi gempa letusan kurang lebih 56 detik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ibu masih bertahan pada Status Level II atau Waspada. Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di atas level normal, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap setiap perubahan aktivitas kawah.

Zona Larangan dan Perluasan Sektoral

Menyikapi kondisi terbaru ini, otoritas vulkanologi mengeluarkan rekomendasi ketat bagi warga lokal maupun wisatawan. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ibu.

Selain radius melingkar tersebut, PVMBG juga menetapkan perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer. Larangan ini berlaku khusus untuk wilayah bukaan kawah di bagian utara, yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi jika terjadi luncuran material vulkanik.

Pemerintah Daerah Minta Warga Waspadai Hoaks

Pihak berwenang menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat Halmahera Barat. Warga diimbau tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya atau narasi bohong yang sering beredar saat terjadi bencana.

"Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya," tulis PVMBG dalam keterangan resminya.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas gunung melalui kanal resmi pemerintah daerah atau aplikasi pemantauan gunung api. Koordinasi dengan petugas lapangan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lereng Gunung Ibu.

Bagikan
Sumber: daerah.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks