Pencarian

Wali Kota Tidore Buka Festival Sorame Gam di Paceda, Bahasa Tidore Masuk Kurikulum Sekolah Mulai Tahun Depan

Kamis, 14 Mei 2026 • 20:32:17 WIB
Wali Kota Tidore Buka Festival Sorame Gam di Paceda, Bahasa Tidore Masuk Kurikulum Sekolah Mulai Tahun Depan
Wali Kota Tidore Muhammad Sinen membuka Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara di Paceda.

TIDORE — Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara di Paceda bukan sekadar panggung hiburan. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen memanfaatkannya untuk mengumumkan kebijakan baru: bahasa daerah Tidore akan masuk kurikulum sekolah. Rencananya, siswa wajib berkomunikasi menggunakan bahasa Tidore satu hari penuh setiap pekan di lingkungan sekolah.

Bahasa Daerah Jadi Mata Pelajaran Wajib

Melalui Dinas Pendidikan, pemkot tengah menyusun silabus dan modul ajar untuk tingkat SD hingga SMP. “Nilai budaya dan sejarah kita ibarat uang seratus ribu rupiah. Meski diremas atau diinjak, nilainya tetap tinggi dan tidak akan berubah. Itulah identitas kita yang harus dijaga,” ujar Muhammad Sinen dalam sambutannya di hadapan Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, anggota DPRD, serta ratusan pemuda dan pelajar.

Kebijakan ini menjadi respons atas tergerusnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Data Dinas Pendidikan mencatat, kurang dari 30 persen siswa SD di Tidore masih fasih berbahasa Tidore aktif.

Lomba Tari hingga Karaoke, Ratusan Pelajar Unjuk Kebolehan

Festival bertema “Kabata” Kolaborasi Adat Budaya Seaturan ini menghadirkan lima jenis lomba untuk pelajar SD, SMP, dan SMA: tari daerah, dialog bahasa Tidore, baca puisi, karaoke lagu daerah, dan lomba adat. Ketua Panitia Cintia Muhammad mengatakan, antusiasme peserta melebihi target. “Ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda sekaligus upaya memperkuat pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi,” katanya.

Puluhan stan kuliner dan kerajinan khas Tidore juga memenuhi area lapangan. Warga dari lima desa sekitar ikut meramaikan sejak pagi hingga sore.

Sultan Tidore: Kemuliaan Manusia Bukan dari Suku atau Warna Kulit

Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah dalam sambutannya mengingatkan bahwa identitas budaya tidak boleh membuat masyarakat terkotak-kotak. “Kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh suku atau warna kulit, melainkan oleh amal dan kualitas dirinya,” ujarnya. Ia juga mendorong warga lebih kreatif dan mandiri menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk mengelola lingkungan secara swadaya.

Sultan menambahkan, Kesultanan Tidore siap berkolaborasi dengan pemkot untuk menjadikan festival ini agenda tahunan resmi. “Marilah kita doakan para pemimpin kita agar tetap amanah membawa rahmat bagi daerah ini,” pungkasnya.

Target: Jadi Agenda Tahunan Pemkot dan Kesultanan

Panitia menargetkan Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara masuk kalender budaya tetap Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Cintia Muhammad berharap pembinaan budaya bisa berjalan berkelanjutan, tidak hanya musiman. “Kami ingin festival ini menjadi milik bersama, bukan sekadar seremonial,” ucapnya.

Wali Kota Muhammad Sinen menutup rangkaian acara dengan pesan kepada generasi muda. “Jadilah agen perubahan. Jangan bertanya apa yang diberikan pemerintah kepadamu, tetapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan untuk daerahmu,” tegasnya.

Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks