Pencarian

IHSG Sempat Menyentuh 5.966, Analis Ingatkan Potensi Pelemahan ke Level 5.700

Jumat, 22 Mei 2026 • 09:40:57 WIB
IHSG Sempat Menyentuh 5.966, Analis Ingatkan Potensi Pelemahan ke Level 5.700
IHSG sempat menyentuh level terendah 5.966 sebelum menguat kembali pada perdagangan pagi ini.

MALUKU UTARA — Data RTI Business menunjukkan IHSG dibuka di level 6.065 dan sempat bergerak ke posisi tertinggi harian 6.079 sebelum berbalik arah. Hingga pukul 09.17 WIB, indeks tercatat turun 20,30 poin atau 0,33 persen ke 6.074. Namun yang menjadi perhatian utama adalah level terendah yang sempat disentuh di 5.966 — mendekati batas bawah proyeksi beberapa analis.

Sebanyak 362 saham tercatat melemah, sementara 221 saham menguat dan 145 saham stagnan. Kapitalisasi pasar terpantau sebesar Rp 10.533 triliun dengan volume perdagangan mencapai 6,20 miliar saham dan nilai transaksi Rp 2,87 triliun.

Level Kritis yang Wajib Diwaspadai Investor

Dua analis teknikal memberikan sinyal yang nyaris searah. Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area koreksi berikutnya di kisaran 5.899 hingga 5.999. "Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan setelah terkoreksi tajam dan menutup area gap yang sebelumnya terbentuk," ujarnya dalam riset harian.

Senada, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menilai indeks masih dalam tekanan setelah menutup penuh gap di area 6.092-6.148 yang disertai sinyal bearish. Ia memberikan peringatan lebih spesifik: jika IHSG turun di bawah 5.911, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 5.700. Namun peluang rebound jangka pendek masih terbuka selama indeks bertahan di atas 5.967.

Mengapa Level 5.900 Jadi Palung Baru?

Tekanan jual yang terjadi pagi ini bukan sekadar fluktuasi harian. Herditya memproyeksikan support IHSG berada di 5.996 dan 5.899, sementara resistance di 6.318 dan 6.459. Artinya, jika indeks gagal bertahan di atas 5.900, ruang koreksi ke 5.700 terbuka lebar — level yang belum pernah disentuh dalam beberapa bulan terakhir.

Ivan memberikan rentang support yang lebih lebar: 5.911, 5.673, dan 5.439. Resistance di sisi atas berada di 6.459, 6.755, dan 7.001. Perbedaan proyeksi ini menunjukkan ketidakpastian pasar yang tinggi, terutama karena faktor eksternal dan sentimen global yang masih membebani.

Apa Arti Pergerakan Ini bagi Investor Ritel?

Bagi investor ritel, pergerakan IHSG di bawah 6.000 menjadi sinyal untuk lebih selektif. Sektor perbankan dan komoditas biasanya menjadi yang pertama terpukul saat indeks terkoreksi dalam. Data menunjukkan volume transaksi yang tinggi — 6,20 miliar saham — mengindikasikan aksi jual dan beli yang masif, bukan sekadar pasar yang sepi.

Investasi mengandung risiko. Disarankan untuk mencermati level support 5.900 dan 5.700 sebagai batas toleransi, serta mencermati rebound hanya jika indeks mampu bertahan di atas 5.967 dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks