MALUKU UTARA — Penggabungan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor logistik resmi dimulai. Penandatanganan kesepakatan pemegang saham dan akta penggabungan telah dilakukan pada Selasa (30/6/2026), menandai dimulainya proses integrasi perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam satu wadah.
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik, Daud Joseph, mengatakan langkah ini merupakan fase awal dari agenda besar yang dijalankan oleh Danantara Asset Management. Tujuannya jelas: menciptakan perusahaan logistik yang mampu menyediakan layanan dari hulu ke hilir dalam satu atap.
"Manfaat yang kita harapkan bersama sebagai bangsa adalah perusahaan logistik yang terkonsolidasi ini memiliki kapabilitas yang dibutuhkan, sehingga satu entitas saja sudah dapat melaksanakan berbagai fungsi logistik," ujar Daud.
Efisiensi dari Satu Atap
Selama ini, rantai logistik nasional diwarnai banyak pemain yang bekerja sendiri-sendiri. Akibatnya, biaya pengiriman barang menjadi mahal karena setiap tahapan melibatkan perusahaan berbeda. Dengan merger ini, seluruh proses—dari pergudangan, distribusi, hingga pengiriman akhir—bisa ditangani satu entitas.
"Dari situlah akan tercipta harga yang lebih efisien karena tidak lagi melibatkan banyak perusahaan. Memang betul bahwa tujuan akhirnya adalah penurunan biaya logistik," tegas Daud.
Meski demikian, Daud mengingatkan bahwa dampak terhadap ongkos kirim nasional tidak akan instan. Selama 12 bulan pertama, perusahaan hasil penggabungan akan fokus pada penyatuan sistem. Mulai dari aspek hukum, operasional, ketenagakerjaan, hingga perpajakan.
Fase Transisi 12 Bulan
Masa transisi ini menjadi periode pembuktian. Apakah formula bisnis yang telah dirancang dalam kajian merger bisa berjalan mulus di lapangan. "Yang paling penting adalah ketujuh PT yang berbeda tersebut bisa melaksanakan fungsinya dengan baik di dalam satu wadah terlebih dahulu," kata Daud.
Ia menambahkan, "Nanti manfaat mengenai penurunan biaya logistik dapat kita lihat seiring berjalannya waktu. Karena saya yakin, penurunan biaya logistik memerlukan konsolidasi yang lebih luas dari sekadar tujuh perusahaan ini."
Pemerintah sendiri disebut masih akan mengkaji penggabungan entitas logistik BUMN lain yang memiliki karakteristik serupa. Langkah ini diambil untuk memperkuat efisiensi rantai pasok nasional secara keseluruhan.
Jika berhasil, konsolidasi ini bukan hanya soal efisiensi internal BUMN. Masyarakat dan pelaku usaha—khususnya UMKM yang selama ini terbebani biaya distribusi tinggi—bisa menikmati tarif pengiriman barang yang lebih kompetitif dalam jangka panjang.