HALTENG — Sebanyak 30 kepala keluarga di kawasan transmigrasi Desa Waleh, Weda Timur, kini mengantongi sertifikat tanah sendiri. Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji menyerahkan langsung dokumen kepemilikan itu di sela kunjungan kerja, Selasa (30/6/2026).
Bukan cuma SHM, pemerintah daerah juga mengucurkan bantuan tunai dan peralatan usaha untuk menopang ekonomi warga transmigran. Total 20 unit gerobak sayur dibagikan bagi pedagang kecil, sementara 30 warga lainnya menerima stimulus tunai Rp1 juta per orang sebagai modal usaha produktif.
Bantuan Sektor Pertanian: 23 Hektare Lahan Diolah
Kepala Dinas Pertanian Halteng Lutfi Tutupoho merinci, program optimasi lahan pertanian seluas 23 hektare telah berjalan. Pemerintah mengganti biaya pengolahan lahan Rp1 juta per hektare, biaya pencabutan bibit Rp1 juta, hingga biaya panen Rp1,5 juta per hektare.
Bantuan teknis juga meliputi pupuk, obat-obatan pertanian, serta dua unit mesin selep dan mesin pengering hasil panen. “Kami targetkan produktivitas petani naik signifikan dalam musim tanam berikutnya,” ujar Lutfi.
Bupati: Sertifikat Jangan Diperjualbelikan
Di hadapan warga, Bupati Ikram menitipkan pesan keras terkait SHM yang baru diterima. “Sertifikat ini bukti hukum kepemilikan tanah yang sangat berharga. Manfaatkan secara bijaksana untuk kesejahteraan keluarga, bukan untuk diperjualbelikan,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan untuk bantuan rumah layak huni. Ikram meminta penerima tidak memindahtangankan rumah kepada pihak lain. “Melihat masyarakat memiliki rumah layak adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai kepala daerah,” katanya.
Akses Jalan Desa Mulai Ditingkatkan
Bupati mengapresiasi progres pembangunan di Desa Waleh yang dinilainya pesat dalam beberapa tahun terakhir. Jembatan beton telah rampung, jalan desa dikeraskan dan diaspal. “Ke depan, akses menuju permukiman warga akan terus kami tingkatkan agar aktivitas ekonomi makin lancar,” ungkap Ikram.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Fauzan Anshari Manggalaputra menambahkan, pihaknya juga menyalurkan mesin alkon untuk budidaya ikan nila dan mesin pengolahan sagu bagi dua kelompok tani. “Kami ingin warga transmigrasi benar-benar mandiri dan mampu mengembangkan produk unggulan lokal yang punya daya saing,” pungkasnya.