TERNATE — Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengingatkan jajaran birokrasi bahwa kemerdekaan Indonesia ke-81 harus dimaknai lebih dari sekadar upacara dan perlombaan. Menurutnya, rakyat baru benar-benar merdeka ketika mendapatkan pelayanan publik yang mudah, transparan, dan bersih dari praktik pungutan liar.
Pernyataan itu disampaikan Sarbin saat menutup Gerai Merdeka di Taman Nukila, Minggu (16/8). Kegiatan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Maluku Utara bersama DPMPTSP Kota Ternate ini berlangsung sepekan penuh, mulai 10 Agustus, setiap hari pukul 09.00 hingga 16.00 WIT.
Layanan Perizinan Langsung di Ruang Publik
Gerai Merdeka menghadirkan layanan perizinan dan konsultasi secara langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha. Warga tidak perlu mendatangi kantor dinas untuk mengurus dokumen, cukup singgah ke taman kota yang berada di pusat Ternate.
“Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah bagaimana rakyat merasakan kemerdekaan layanan kita. Rakyat mendapatkan layanan,” kata Sarbin.
“Layanan Pemerintahan Harus Ada Amplop”
Sarbin menyinggung pengalaman masa lalu ketika mengurus pelayanan pemerintahan kerap diwarnai pemberian amplop. Praktik itu, kata dia, harus ditinggalkan total oleh seluruh aparatur.
“Layanan pemerintahan harus ada amplop. Angkatan saya pasti tahu, pasti ingat,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbagai regulasi dan sistem pelayanan memang telah berubah, tetapi perubahan itu sia-sia jika budaya birokrasi masih sama. Masyarakat harus dilayani secara profesional tanpa pungutan maupun perlakuan yang menyulitkan.
“Nah sekarang saya berharap pada kita semua itu telah kita lewati. Pasti itu tidak lagi,” tegasnya.
Reformasi Birokrasi Harus Menyentuh Rakyat
Sarbin menilai kemerdekaan harus dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk saat berurusan dengan pemerintah. Ia meminta seluruh jajaran memperkuat kualitas pelayanan publik, mulai dari kemudahan akses, keterbukaan informasi, hingga pelayanan yang bersih.
“Kita sadar betul kemerdekaan tiap tahun, tapi rakyat kita belum merdeka sesungguhnya. Tugas kita seperti itu,” katanya.
Apresiasi untuk DPMPTSP dan Harapan ke Depan
Kegiatan penutupan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir, Wali Kota Ternate yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sutopo Abdullah, Kepala DPMPTSP Maluku Utara Nirwan MT. Ali, serta Plt. Kepala DPMPTSP Kota Ternate Hartati Umaternate.
Sarbin menyampaikan apresiasi kepada DPMPTSP Provinsi dan Kota Ternate serta seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap Gerai Merdeka tidak berhenti pada momentum HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi pendorong semakin dekatnya pelayanan pemerintah dengan masyarakat.
“Karena itu saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala dinas dan jajaran serta pihak terkait lainnya,” pungkasnya.