Pencarian

Milangkala ke-196 Desa Handapherang: Hiburan Rakyat, Pesan Ketua DPRD Ciamis soal Ibadah dan Kearifan Lokal

Selasa, 18 Agustus 2026 • 00:06:31 WIB
Milangkala ke-196 Desa Handapherang: Hiburan Rakyat, Pesan Ketua DPRD Ciamis soal Ibadah dan Kearifan Lokal
Ketua DPRD Ciamis H. Nanang Permana menyampaikan sambutan pada perayaan Milangkala ke-196 Desa Handapherang di Lapangan Sepak Bola Desa Handapherang, Senin (17/8/2026).

MALUKU UTARA — Milangkala ke-196 Desa Handapherang bukan sekadar pesta rakyat tahunan. Di lapangan sepak bola desa, Senin (17/8/2026), perayaan ini dihadiri langsung oleh jajaran legislatif dan eksekutif Kabupaten Ciamis, mulai dari Ketua DPRD H. Nanang Permana, MH., anggota DPRD Andang Irpan, hingga Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Dian Budiyana. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan posisi strategis acara desa dalam kalender politik dan budaya daerah.

Pesan Nanang: "Ulah Gara-gara Hiburan Poho ka Allah"

Di tengah alunan musik dan kemeriahan panggung, Nanang Permana menyampaikan ucapan selamat sekaligus wejangan. "Semoga di Milangkala ini, pemerintahan desa, dusun serta masyarakat Handapherang selalu ada dalam kebahagiaan," ujarnya di hadapan ratusan warga.

Pesan inti yang disorot hadirin adalah pengingat tentang prioritas hidup. Nanang secara gamblang meminta masyarakat tetap menikmati pertunjukan seni, namun tidak sampai melupakan Sang Pencipta. "Ulah gara-gara hiburan poho ka Allah," tegasnya. Kalimat bernuansa Sunda ini menjadi benang merah bahwa modernitas dan tradisi harus berjalan beriringan dengan nilai religiusitas.

Apresiasi untuk Kontestan Lomba Agustusan

Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan Agustusan tingkat desa. Kategori yang diperlombakan meliputi sepak bola, bola voli, dan pawai alegoris. Nanang berpesan agar para juara tidak larut dalam kesombongan, sementara yang belum berhasil diminta untuk tidak berputus asa. Pola pikir ini dinilai penting untuk menjaga sportivitas dan semangat kompetisi sehat di level akar rumput.

Panggung Pelestarian Seni: Jaipong, Ronggeng, dan Silat Aot Tur'at

Setelah seremoni, acara berlanjut ke pertunjukan kesenian yang masih dirawat masyarakat setempat. Penampilan tari jaipong, ronggeng, pembacaan sajak, hingga kesenian silat Aot Tur'at menjadi daya tarik utama. Kehadiran seni-seni tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan representasi identitas desa yang berusia nyaris dua abad.

Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendukung kesuksesan acara. "Kepada Ketua DPRD H. Nanang Permana, Anggota DPRD Dapil 6 Andang Irpan, Pak Kadispora, terima kasih sudah hadir dan ikut memeriahkan," tuturnya. Tantan secara spesifik berterima kasih kepada budayawan, karang taruna, unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), dan tokoh masyarakat.

Momentum Mengenal Sejarah dan Menjaga Kearifan Lokal

Lebih dari sekadar seremonial, Tantan berharap Milangkala menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Desa Handapherang. "Melalui momentum ini, masyarakat semakin mengenal sejarah desa serta terus menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang selama ini terpelihara," katanya. Harapan ini selaras dengan semangat regenerasi budaya yang kerap menjadi tantangan di tengah arus globalisasi.

Perayaan Milangkala ke-196 ini menjadi contoh bagaimana sebuah desa mampu menghadirkan ruang publik yang memadukan unsur pemerintahan, olahraga, seni, dan spiritualitas dalam satu panggung yang sama.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks