Pencarian

Peneliti Australia Akhirnya Saksikan Burung Bidadari Halmahera Menari di Taman Nasional Aketajawe

Rabu, 26 Agustus 2026 • 14:36:03 WIB
Peneliti Australia Akhirnya Saksikan Burung Bidadari Halmahera Menari di Taman Nasional Aketajawe
Prof. Bill Carter dari Australia akhirnya menyaksikan langsung Burung Bidadari Halmahera menari di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Maluku Utara.

HALMAHERA — Keinginan kuat untuk membuktikan catatan sejarah Alfred Russel Wallace membawa Prof. Bill Carter menembus rimbunnya hutan tropis di Maluku Utara. Pemandangan burung endemik yang dijuluki salah satu yang tercantik di dunia itu menari di balik kanopi langsung terbayar lunas setelah penantian panjang.

“Hari ini, penantian panjang itu lunas. Kami bisa menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri burung yang ratusan tahun lalu sangat dipuji oleh Wallace,” ujar Prof. Bill di sela-sela kunjungannya dengan nada penuh keharuan.

Misi Ilmiah di Balik Ketertarikan pada Garis Wallace

Ketertarikan Prof. Bill bukanlah hal yang muncul tiba-tiba. Semuanya berakar dari buku legendaris The Malay Archipelago, karya naturalis dunia Alfred Russel Wallace. Dari literatur sejarah itulah ia pertama kali mendalami konsep Garis Wallace dan cerita keterpukauan Wallace terhadap burung yang kini berhasil ia lihat secara langsung.

Perjalanan jauh melintasi benua dilakukan untuk membuktikan keajaiban alam yang dulu hanya bisa dibaca lewat lembaran sejarah. Momen langka ini menjadi pembuktian krusial bagi kedua pakar lingkungan tersebut tentang betapa pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan tropis Maluku Utara.

Sinergi Tim Lokal Kunci Sukses Ekspedisi

Keberhasilan ekspedisi berskala internasional ini tak lepas dari sinergi kuat dan pendampingan profesional tim lokal. Perjalanan Prof. Bill dan rekannya dikawal langsung oleh Azis Momanda, pemandu wisata dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara yang juga menjabat sebagai pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Maluku Utara, serta Tim Pemandu dari Balai Taman Nasional.

Kolaborasi apik antara Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara, Kantor Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, dan HPI Malut ini memastikan seluruh rangkaian penjelajahan berjalan aman tanpa sedikit pun mengusik ekosistem asli satwa yang dilindungi tersebut.

Sinyal Kuat bagi Ekowisata Maluku Utara

Langkah mantap Prof. Bill Carter di bumi Halmahera kini menjadi sinyal kuat bahwa Maluku Utara tak sekadar siap menyambut pariwisata berbasis lingkungan (eco-tourism) berskala global. Kawasan ini juga makin memperkokoh posisinya sebagai destinasi premium bagi para peneliti dan pencinta alam dari seluruh penjuru dunia.

Kehadiran akademisi terkemuka yang kerap mengajar mahasiswa pariwisata Indonesia dalam program short course di Australia ini diharapkan mampu membuka mata dunia akan potensi besar yang tersimpan di hutan-hutan Maluku Utara.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks