TERNATE — Kawasan Pandara Kananga yang dikenal sebagai sentra jajanan khas Kota Ternate mulai dibenahi. Kerja bakti dilakukan Disperindag bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat pada Rabu (26/8/2026), menyasar kebersihan selokan dan area publik yang mulai terlihat kusam.
Penataan ini bukan sekadar estetika. Kepala Disperindag Kota Ternate, Nursidah DJ Mahmud, menegaskan bahwa lokasi tersebut kerap menjadi tujuan favorit tamu yang datang ke kota, sehingga kenyamanan menjadi prioritas utama.
Pedagang Diminta Patok Harga yang Wajar
Perhatian tidak hanya tertuju pada kebersihan fisik. Disperindag juga mengimbau para pedagang di Pandara Kananga untuk menerapkan harga yang wajar dan seragam untuk produk sejenis.
“Kami juga menginformasikan kepada pedagang agar keseragaman harga jajanan yang dijual bisa diatur, sehingga harga tidak melebihi batas yang sewajarnya,” jelas Nursidah.
Daftar Menu dan Harga Jadi Acuan Tamu JKPI
Langkah selanjutnya, Disperindag akan berkoordinasi dengan pedagang untuk menyusun daftar menu beserta harga. Daftar tersebut nantinya menjadi acuan bagi pengunjung, terutama tamu JKPI yang datang dari luar daerah.
“Untuk itu, kami terus berkoordinasi dengan pedagang untuk membuat daftar menu dan daftar harga yang sesuai, agar para tamu tidak kebingungan ketika ingin memesan jajanan di area Pandara Kananga,” pungkasnya.
Mengapa Pandara Kananga Menjadi Prioritas
Lokasi ini dinilai strategis karena menjadi etalase kuliner khas Kota Ternate. Selain menjadi tempat nongkrong warga, Pandara Kananga kerap menjadi persinggahan pertama bagi pejabat maupun wisatawan yang baru tiba di kota.
Kerja bakti ini merupakan bagian dari persiapan matang yang dilakukan pemerintah kota dalam menyambut tamu JKPI. Kebersihan dan ketertiban kawasan menjadi cerminan langsung dari tata kelola kota pusaka yang akan dipresentasikan dalam forum tersebut.