Pencarian

Minyak Cengkih dan Lilin Rempah Karya KTH Ternate Curi Perhatian di Rakernas JKPI, Jadi Bukti Hilirisasi Kota Rempah

Jumat, 28 Agustus 2026 • 15:13:31 WIB
Minyak Cengkih dan Lilin Rempah Karya KTH Ternate Curi Perhatian di Rakernas JKPI, Jadi Bukti Hilirisasi Kota Rempah
Minyak cengkih dan lilin rempah karya Kelompok Tani Hutan (KTH) Buku Manyeku dan Kaha Rampa dipamerkan dalam Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Ternate.

TERNATE — Gelaran Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate tidak hanya menjadi ajang diskusi pelestarian warisan budaya. Di sela-sela kegiatan, stan KTH Buku Manyeku dan Kaha Rampa justru menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung yang penasaran dengan inovasi pengolahan rempah dan potensi lokal setempat.

Beragam produk unggulan dipamerkan untuk menunjukkan kapasitas masyarakat dalam menghadirkan nilai tambah. KTH Buku Manyeku misalnya, memperkenalkan minyak cengkih dan kerupuk nanas, sementara Kaha Rampa menampilkan inovasi bernuansa rempah seperti Toja atau lilin beraroma rempah dan Gasi Mahodo atau garam mandi.

Dikunjungi Pejabat Kementerian hingga Pakar Pariwisata Internasional

Stand sederhana itu tidak sepi dari kunjungan tokoh penting. Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, pakar pariwisata Prof. Dr. Bill Carter, Ph.D., hingga seniman asal Yogyakarta, Hangno Hartono, terpantau menyempatkan diri melihat langsung ragam produk yang dipamerkan.

Perhatian dari para tokoh tersebut diakui menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pegiat UMKM lokal. Mereka menilai apresiasi ini menjadi modal berharga untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan pemasaran produk ke tingkat nasional.

Hilirisasi Rempah: Jalan Ternate Perkuat Identitas Kota Rempah

Di balik kemasan produk yang dipamerkan, ada pesan besar yang coba disuarakan para pegiat lokal. Sekretaris KTH Buku Manyeku, Fiko, menegaskan bahwa produk-produk ini adalah jawaban nyata atas tagline Ternate sebagai Kota Rempah.

“Kami berharap dari Pemerintah Kota Ternate, dalam hal ini Wali Kota, bisa berkunjung ke stand kami. Karena kalau kita berbicara Kota Rempah, hilirisasi itu ada pada produk kami,” tegas Fiko di sela pameran.

Fiko menjelaskan, pengembangan produk berbasis rempah tidak hanya sekadar mempertahankan warisan dan identitas daerah. Lebih dari itu, pengolahan bahan lokal menjadi produk siap pakai terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi masyarakat secara signifikan.

Momentum Perluas Pasar dan Jalin Kolaborasi Lintas Daerah

Keikutsertaan dalam Rakernas XII JKPI dimanfaatkan maksimal sebagai ruang promosi. Para pelaku UMKM berharap perhatian yang mereka terima dapat membuka peluang kolaborasi, promosi, hingga pemasaran yang lebih luas dengan peserta dari berbagai daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung yang sudah berkunjung ke stand kami. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan dan memperkenalkan produk-produk lokal,” ujar Fiko.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, produk berbasis rempah asal Ternate ini diyakini mampu berkembang dan memiliki daya saing. Kehadiran mereka di forum nasional menjadi bukti bahwa kekayaan rempah tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi kerakyatan yang menjanjikan.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks