MOROTAI — Kebakaran hutan dan lahan di RT 06 Desa Pandanga, Kecamatan Morotai Selatan, berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu setengah jam. Bripka Faisal Kadir, Bhabinkamtibmas Desa Pandanga, bersama enam personel Polres Pulau Morotai dan warga setempat bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan munculnya titik api.
Personel tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIT dengan membawa kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) serta peralatan sederhana. Di tengah kepulan asap dan medan yang dipenuhi semak kering, upaya pemadaman dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat ringan.
Penyisiran Titik Api Dilakukan Usai Pemadaman
Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran kembali dilakukan di sekitar area terdampak untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi menyala kembali.
Kebakaran yang melanda vegetasi dan lahan kering ini berhasil dikendalikan berkat kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat Desa Pandanga. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam skala besar yang dilaporkan dalam peristiwa ini.
Imbauan Kapolres: Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., mengapresiasi kesigapan personel di lapangan. Ia menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keberanian, kecepatan respons, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga hadir saat masyarakat membutuhkan. Respons cepat terhadap kebakaran lahan merupakan bentuk nyata pengabdian Polri dalam melindungi masyarakat dan lingkungan,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat Pulau Morotai untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta tidak membuang benda yang dapat memicu api secara sembarangan. Imbauan serupa disampaikan langsung oleh Bripka Faisal Kadir kepada warga usai proses pemadaman.
Polri Perkuat Patroli di Wilayah Rawan Karhutla
Polres Pulau Morotai akan terus memperkuat langkah pencegahan, patroli, dan respons cepat terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan rawan terbakar. Langkah ini dinilai penting mengingat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran lahan di sejumlah titik.
Aksi Bripka Faisal Kadir bersama personel dan masyarakat Desa Pandanga menjadi gambaran nyata bahwa mencegah karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi tentang keberanian untuk bergerak cepat sebelum api menjadi bencana yang lebih besar.