MALUKU UTARA — Gelar juara ini jadi yang pertama bagi Arsenal di era Premier League sejak era Invincibles dua dekade lalu. Kini, Mikel Arteta berhasil membawa timnya kembali ke puncak setelah melalui proses pembangunan skuad yang berjalan bertahun-tahun.
The Citizens sebenarnya punya peluang memperkecil jarak poin jadi satu angka. Namun, Bournemouth yang tampil di kandang sendiri justru unggul lebih dulu lewat gol Eli Junior Kroupi pada menit ke-39.
Erling Haaland sempat menyelamatkan City dari kekalahan lewat gol penyeimbang di masa injury time babak kedua. Hasil imbang 1-1 itu membuat koleksi poin City mentok di angka 78, sementara Arsenal sudah mengoleksi 82 poin.
Terakhir kali Arsenal merasakan gelar juara Liga Inggris adalah pada musim 2003/2004, saat mereka menyelesaikan kompetisi tanpa terkalahkan. Prestasi spektakuler itu justru menjadi awal dari puasa gelar yang berlangsung lebih dari dua dekade.
Kesabaran manajemen Arsenal mempertahankan Mikel Arteta jadi faktor kunci. Pelatih asal Spanyol itu perlahan membangun skuad yang solid dengan kedalaman tim yang mumpuni setelah melalui beberapa musim penuh evaluasi.
Keberhasilan mengunci gelar lebih awal memberi keuntungan besar bagi Arsenal jelang final Liga Champions. Mereka bisa mengistirahatkan pemain andalan saat menghadapi Crystal Palace di akhir pekan.
Arsenal dijadwalkan bertemu Paris Saint-Germain pada Sabtu (30/5) di partai puncak. Dengan kondisi fisik yang lebih segar, The Gunners punya peluang besar menyelesaikan musim dengan double gelar bergengsi.
Gelar Premier League ini juga menjadi bukti konsistensi Arteta dalam membangun filosofi permainan yang jelas. Dari tim yang kerap kehilangan poin di momen krusial, Arsenal kini menjelma sebagai mesin juara yang tangguh sepanjang musim.