Pencarian

8BitDo Retro Cube 2 Hadirkan Speaker Kubus Bergaya NES dengan Suara Mengesankan, Dibanderol Rp 784 Ribu

Selasa, 02 Juni 2026 • 17:40:01 WIB
8BitDo Retro Cube 2 Hadirkan Speaker Kubus Bergaya NES dengan Suara Mengesankan, Dibanderol Rp 784 Ribu
BitDo Retro Cube 2 hadir dengan desain kubus bergaya NES dan suara jernih.

Pasar speaker Bluetooth portabel memang sudah jenuh dengan desain kotak atau tabung yang itu-itu saja. 8BitDo, perusahaan yang dikenal lewat periferal gaming bergaya retro, mencoba pendekatan berbeda. Mereka merilis generasi kedua dari speaker kubus mereka, Retro Cube 2, yang langsung mencuri perhatian berkat bentuknya yang persis seperti konsol Nintendo Entertainment System (NES) versi mini.

Dari D-Pad hingga Suara “8BitDooooo”

Tombol fisik di bagian atas speaker tidak menggunakan layout standar. Sebagai gantinya, 8BitDo memasang D-pad khas NES untuk mengontrol volume, play/pause, dan pairing Bluetooth. Setiap tombol memberikan umpan balik taktil yang memuaskan.

Satu detail yang sulit diabaikan: saat dinyalakan, speaker ini mengeluarkan suara “8BitDooooo” yang khas. Ini bukan sekadar gimmick—ini pernyataan identitas. Tidak ada lampu RGB mencolok di sini, hanya indikator pengaturan kecil yang menyala di bagian atas.

Suara Jernih di Ukuran Mungil

Dengan dimensi 3,47 x 3,45 x 3,45 inci dan berat 15,87 ons, Retro Cube 2 memang ringkas. Namun, performa audio yang dihasilkan mengejutkan. Treble terdengar tajam dan midrange terdefinisi dengan baik, membuat suara vokal dan instrumen akustik terdengar natural untuk ukuran speakernya.

Kelemahan utama ada di sektor bass. Karena ukuran driver dan keterbatasan respons frekuensi, dentuman rendah tidak terlalu bertenaga. Ini wajar untuk speaker sekecil ini, tapi patas dicatat bagi yang menginginkan suara bass dominan.

Daya Tahan Baterai Jadi Andalan

8BitDo mengklaim Retro Cube 2 mampu bertahan hingga 30 jam pemutaran dalam sekali pengisian daya. Angka ini unggul dibandingkan kompetitor langsung seperti JBL Go 5 (54 dolar AS) atau Tribit StormBox Micro 3 (64 dolar AS).

Speaker ini juga dilengkapi docking station nirkabel yang disertakan dalam kotak. Dock tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengisi daya, tapi juga memiliki slot penyimpanan untuk dongle 2.4GHz. Sayangnya, speaker ini tidak memiliki sertifikasi IP—artinya tidak tahan air atau debu. 8BitDo mendesain produk ini untuk penggunaan di dalam ruangan, bukan untuk dibawa ke kamar mandi atau outdoor.

Konektivitas Modern, Aplikasi Kurang Berguna

Retro Cube 2 mendukung Bluetooth 5.3 dengan koneksi multipoint, memungkinkan pengguna menghubungkan dua perangkat secara bersamaan—misalnya ponsel dan laptop. Fitur ini praktis untuk yang sering berganti perangkat saat bekerja.

Namun, aplikasi pendamping yang disediakan terasa setengah matang. Tidak ada equalizer (EQ) yang bisa dikustomisasi, dan fitur tambahan yang ditawarkan sangat minim. Untuk kategori harga 49 dolar AS, pengguna mungkin tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap aplikasi, tetapi ketiadaan EQ tetap menjadi kekurangan yang terasa.

Perbandingan Harga dan Posisi Pasar

Dengan harga 49 dolar AS (sekitar Rp 784 ribu), Retro Cube 2 berada di segmen entry-level premium. Ia lebih murah dari JBL Go 5 (54 dolar AS) dan Tribit StormBox Micro 3 (64 dolar AS), namun sedikit lebih mahal dari Tribit StormBox Mini+ (39 dolar AS) atau Tozo PE1 (39 dolar AS).

Untuk pasar Indonesia, produk ini belum tersedia secara resmi melalui distributor lokal. Namun, peminat bisa membelinya melalui platform e-commerce global seperti Amazon dengan harga 49 dolar AS atau 39 poundsterling. Ongkos kirim dan pajak impor perlu diperhitungkan jika membeli langsung dari luar negeri.

Retro Cube 2 bukan speaker untuk semua orang. Jika prioritas utama Anda adalah ketahanan air, bass kuat, atau aplikasi kaya fitur, ada opsi lain yang lebih sesuai. Tapi jika Anda menginginkan speaker meja kerja yang unik, menyenangkan, dan suaranya cukup baik untuk menemani kerja atau ngobrol santai, speaker ini layak dipertimbangkan.

Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks