MOROTAI — Juairia Umaternate masih merasakan getar di tangannya saat mengingat kejadian Selasa pekan lalu. Guru SD Negeri Cucumare itu baru saja meninggalkan sekolah menuju Daruba ketika dua pria tiba-tiba berdiri di tengah jembatan Pilowo, memaksanya menghentikan motor.
"Saya langsung rem mendadak. Setelah berhenti, mereka bilang, 'Ibu kalau ada uang langsung kase torang'," ujar Juairia kepada awak media, menirukan nada tegas kedua pelaku.
Jalan Sepi, Pelaku Diduga Mabuk
Kejadian berlangsung sekitar pukul 09.30 WIT. Menurut Juairia, kawasan itu sangat sepi—tidak ada satu pun kendaraan lain yang melintas. Dalam kepanikan, ia membuka dompet dan memberikan uang yang diminta.
"Tangan saya sudah bergetar karena takut. Saya langsung buka dompet," katanya.
Meski tidak membawa senjata tajam, Juairia menduga kedua pelaku dalam pengaruh minuman keras. Sebelum meminta uang, mereka sempat menanyakan asal korban. Begitu tahu Juairia dari Cucumare, permintaan uang langsung dilontarkan.
Bukan Kejadian Pertama, Guru Lain Jadi Korban
Juairia mengungkapkan bahwa aksi serupa sudah menjadi langganan di jalur tersebut. Ia menyebut sejumlah rekan guru yang bertugas di wilayah terpencil juga pernah mengalami gangguan saat melintas di Pilowo.
"Ini bukan baru pertama kali terjadi di saya. Teman-teman guru juga sudah beberapa kali mengalami kejadian seperti ini," ungkapnya.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik yang setiap hari harus melewati ruas jalan sepi untuk mengajar di pelosok Morotai Selatan Barat.
Harapan pada Pemerintah Desa dan Polisi
Atas insiden itu, Juairia mendesak pemerintah desa dan kepolisian setempat meningkatkan pengawasan di kawasan Pilowo. Ia meminta ada perhatian serius terhadap keamanan jalur yang menjadi akses utama masyarakat, terutama para guru.
Ia berharap langkah pencegahan dapat segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Pulau Morotai terkait penanganan kasus tersebut.