MALUKU UTARA — Kanit Reskrim Polsek Natar, Ipda Adek Suci Pebrianto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan berat dan tengah memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. "Laporan korban sudah kami terima. Saat ini Unit Reskrim masih melakukan penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya, Senin (29/6).
Kronologi Pembacokan: Serangan dari Belakang saat Korban Mengisi Bensin
Peristiwa berdarah terjadi di Perumahan Sidosari 3, Blok M Nomor 46, Dusun Cisarua, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, sekitar pukul 16.30 WIB. Ketua RT 04 Dusun Cisarua, Dedy Kurniawan, menuturkan korban saat itu baru saja membeli bensin eceran di warung untuk mengisi bahan bakar mobil angkot yang dikemudikannya.
"Korban sedang membuka tutup tangki bensin dengan posisi menunduk. Tiba-tiba pelaku datang mengendarai sepeda motor dan langsung membacok korban dari arah belakang, tepat di bagian leher hingga punggung," kata Dedy.
Akibat serangan mendadak tersebut, korban langsung tersungkur. Namun, SA terus mengayunkan senjata tajam secara membabi buta ke arah kepala dan tubuh YK. Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan menangkis menggunakan kedua tangan dan kakinya. Bahkan, ia sempat menggunakan sebuah bangku di lokasi untuk menahan serangan, tetapi bangku tersebut hancur akibat sabetan senjata pelaku.
Motif Dendam: Larangan Memperbaiki Listrik Lewat Tembok Rumah
Dedy mengungkapkan, korban dan pelaku merupakan tetangga yang rumahnya berdampingan. Berdasarkan keterangan keluarga korban, dugaan motif penganiayaan dipicu persoalan listrik yang terjadi dua hari sebelum kejadian.
Saat itu, SA hendak memperbaiki instalasi listrik dengan melewati tembok rumah korban. Namun, YK melarang karena di lokasi tersebut terdapat mobil angkot yang sedang diperbaiki tanpa roda depan dan dikhawatirkan akan tersenggol hingga roboh. "Korban hanya melarang karena takut angkot yang sedang diperbaiki jatuh. Setelah itu pelaku pulang. Diduga rasa tidak terima itulah yang kemudian disimpan hingga berujung pada pembacokan," beber Dedy.
Korban Dilarikan ke RS Bhayangkara, Dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek
Warga yang mendengar teriakan pemilik warung dan anak-anak yang berhamburan kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Karena kondisinya sangat parah, YK dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani operasi besar. Menurut Dedy, dokter yang menangani operasi menyebut korban mengalami sekitar 19 hingga 20 luka bacokan di sejumlah bagian tubuh.
Polisi Buru Pelaku, Terduga Pelaku Masih Buron
Polisi mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan honorer di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung. Usai melakukan aksi pembacokan, SA diduga langsung melarikan diri. Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran dan memburu pelaku di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.