Pencarian

Anies Baswedan Bantah Jadi Presiden Kabinet Bayangan, Sebut Gerakan Itu Wadah Kritik Publik

Kamis, 13 Agustus 2026 • 16:37:31 WIB
Anies Baswedan Bantah Jadi Presiden Kabinet Bayangan, Sebut Gerakan Itu Wadah Kritik Publik
Anies Baswedan membantah terlibat dalam struktur kabinet bayangan dan menilai gerakan itu sebagai wadah kritik publik.

MALUKU UTARA — Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak terlibat dalam struktur kepengurusan kabinet bayangan, namun memberikan penilaian positif terhadap inisiatif yang sempat mengguncang peta politik nasional tersebut. Menurut Anies, kehadiran kabinet bayangan justru menghadirkan ruang baru bagi publik untuk menguji kebijakan pemerintah.

"Tidak," ujar Anies singkat saat menjawab pertanyaan Sammy Notaslimboy dalam kanal YouTube NOTASLIMBOY TV, Kamis (13/8/2026).

Portofolio Figur Bayangan Dinilai Jadi Rujukan Kritik

Di luar bantahannya, Anies justru menyoroti substansi gerakan yang digagas oleh akademisi tersebut. Ia menilai kabinet bayangan memiliki kelebihan karena menampilkan figur-figur dengan portofolio yang jelas di bidang masing-masing, mulai dari keuangan, hukum, hingga hubungan luar negeri.

"Menurut saya ya, kabinet bayangan tuh bagus sebetulnya. Kenapa? Karena muncul pribadi-pribadi yang secara terbuka dikatakan dia portofolionya keuangan, portofolionya luar negeri, portofolionya tentang hukum. Ini kan bukan kabinet bayangan seperti di dalam sistem parlementer ya, lebih terstruktur barangkali," tuturnya.

Dengan adanya figur-figur tersebut, Anies menilai publik memiliki kanal alternatif untuk mendapatkan perspektif pembanding terhadap kebijakan yang dikeluarkan kementerian. Ia mencontohkan, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan tertentu, masyarakat dapat mencari tanggapan dari sosok yang memang memiliki kompetensi di bidang terkait.

"Ketika nanti di pemerintahan itu ada kebijakan A B C D, publik itu bisa mencari counter komen dari orang-orang yang punya portofolio itu," lanjut Anies.

Saluran Baru bagi Publik yang Gagasannya Tak Tembus Birokrasi

Lebih jauh, Anies memandang kabinet bayangan tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol. Ia juga melihatnya sebagai jembatan bagi warga yang memiliki gagasan namun terkendala akses ke struktur pemerintahan.

"Publik yang punya gagasan, punya ide yang nggak bisa nembus ke struktur pemerintahan. Sekarang nih ada nih struktur baru yang mereka bisa nerima tuh," pungkasnya.

Wacana kabinet bayangan sendiri mencuat setelah Feri Amsari bersama sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat mendeklarasikan bentuk pengawasan alternatif terhadap pemerintahan. Meski tidak memiliki kekuasaan eksekutif, gerakan ini dirancang untuk memetakan isu-isu strategis serta menyiapkan tandingan kebijakan bila diperlukan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Feri Amsari mengenai struktur resmi kabinet bayangan serta nama-nama yang duduk di dalamnya. Anies pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dihubungi atau dilibatkan dalam penyusunan formasi tersebut.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: olenka.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks