Pencarian

Bukit Asam (PTBA) Bagikan Dividen Rp1,32 Triliun, Sisa Laba Disiapkan untuk Ekspusi dan Hilirisasi

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:14:31 WIB
Bukit Asam (PTBA) Bagikan Dividen Rp1,32 Triliun, Sisa Laba Disiapkan untuk Ekspusi dan Hilirisasi
PT Bukit Asam bagikan dividen Rp1,32 triliun dari laba tahun 2025.

MALUKU UTARA — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTBA yang digelar secara elektronik pada Kamis, 11 Juni 2026, menyetujui pembagian dividen tersebut. Selain dividen, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, serta laporan pengawasan dewan komisaris.

Kinerja Keuangan 2025: Pendapatan Rp42,65 Triliun, Aset Tumbuh 5 Persen

Sepanjang 2025, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun. Pasar domestik masih menjadi andalan dengan kontribusi 54 persen, sementara ekspor menyumbang 46 persen. Lima negara tujuan utama ekspor adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp43,92 triliun per 31 Desember 2025, naik sekitar 5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp41,79 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan aset tidak lancar yang meningkat 12 persen atau sekitar Rp3,12 triliun.

Strategi di Tengah Tekanan Industri: Hilirisasi dan Efisiensi

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa keputusan dividen ini mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kepentingan investor dan keberlanjutan usaha. "Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Eko dalam keterangan resmi.

Sisa laba yang ditahan, sekitar Rp1,61 triliun, akan menjadi amunisi untuk mendanai agenda hilirisasi dan ekspansi bisnis ke depan. Langkah ini menjadi krusial di tengah tantangan harga batu bara dan transisi energi global yang mulai menekan industri.

Perubahan Anggaran Dasar dan Susunan Pengurus Baru

RUPST juga menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Penyesuaian ini disebut sebagai bagian dari adaptasi regulasi sekaligus penguatan tata kelola perusahaan.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham merombak susunan pengurus. Dewan Komisaris tetap dipimpin Ida Bagus Putu Dunia, dengan anggota Dewi Hanggraeni, Suko Hartono, Dalu Agung Darmawan, Zaelani, Ferial Martifauzi, dan Lana Saria. Sementara itu, jajaran direksi kini dipimpin Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama, didampingi Ilham Yacob (Operasi dan Produksi), Una Lindasari (Keuangan dan Manajemen Risiko), Hennita Sitepu (SDM dan Transformasi Korporasi), Turino Yulianto (Hilirisasi dan Diversifikasi Produk), serta Mochammad Rifqi Hari (Komersial dan Supply Chain).

PTBA juga mendapat persetujuan untuk penunjukan akuntan publik tahun buku 2026 serta pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2027.

Dengan pembagian dividen yang tetap besar di tengah laba yang terbatas, PTBA berusaha menjaga kepuasan investor sambil tetap menyisihkan dana untuk ekspansi. Langkah ini menjadi indikasi bahwa perusahaan pelat merah itu tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis di tengah perubahan lanskap energi global.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks