MALUKU UTARA — Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah tren penguatan harga emas global. Logam mulia di pasar spot terus mendekati level psikologis US$3.000 per troy ons, didorong oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuannya.
Buyback Ikut Naik, Berapa Rupiah yang Didapat Jika Jual Kembali?
Bagi investor yang ingin mencairkan investasi emasnya, harga buyback Antam hari ini ditetapkan sebesar Rp2.485.000 per gram. Angka ini naik Rp11.000 dari posisi sebelumnya di Rp2.474.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp226.000 per gram, yang mencakup biaya pembuatan, ongkos cetak, dan margin keuntungan.
Artinya, jika investor menjual satu gram emas batangan yang dibeli hari ini, ia akan menerima dana sebesar Rp2.485.000. Selisih ini menjadi biaya yang harus diperhitungkan saat memutuskan membeli emas sebagai instrumen investasi jangka pendek.
Daftar Harga Emas Antam untuk Berbagai Denominasi
Berikut rincian harga emas Antam untuk beberapa ukuran yang paling banyak dicari investor ritel:
- Emas 0,5 gram: Rp1.405.500
- Emas 1 gram: Rp2.711.000
- Emas 5 gram: Rp12.805.000
- Emas 10 gram: Rp25.555.000
- Emas 50 gram: Rp127.025.000
- Emas 100 gram: Rp253.950.000
Harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP, tarif PPh menjadi 0,9 persen.
Apa yang Mendorong Kenaikan Harga Emas?
Kenaikan harga emas Antam tak lepas dari kondisi pasar global. Data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi dalam beberapa pekan terakhir memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada semester kedua 2026. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil (yield), menjadi lebih menarik dibandingkan aset berpendapatan tetap seperti obligasi.
Selain itu, permintaan emas dari bank sentral berbagai negara masih tinggi. China dan India tercatat terus menambah cadangan emas mereka sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Apakah Emas Masih Layak Dibeli di Level Ini?
Bagi investor yang sudah memiliki emas, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan (profit taking) sebagian portofolio. Namun, bagi yang baru ingin mulai investasi, harga di level rekor memang terasa mahal. Analis biasanya menyarankan strategi investasi berkala (dollar cost averaging) untuk mengurangi risiko membeli di puncak harga. Investasi mengandung risiko.